ACEH

Kodam IM Pastikan Seleksi Calon Bintara TNI AD Berjalan Jujur dan Transparan

SeanteroNews.com, Aceh —  Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) menegaskan komitmen kuat terhadap prinsip integritas, profesionalisme, dan transparansi dalam proses seleksi calon bintara TNI Angkatan Darat (TNI-AD) tahun 2025. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab institusi militer untuk memastikan bahwa rekrutmen berlangsung bersih, jujur, dan adil tanpa intervensi dari pihak mana pun.

Panglima Kodam IM menjelaskan bahwa setiap tahap seleksi, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan administrasi, uji kesehatan, tes psikologi, hingga wawancara akhir, akan diawasi secara ketat oleh tim pengawasan internal dan perwakilan dari Mabes TNI AD. Selain itu, Kodam IM juga menggandeng unsur eksternal untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai prosedur dan mengedepankan keadilan bagi semua peserta.

Dalam arahannya, Pangdam menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan Kodam IM, terutama dalam rekrutmen calon prajurit. Ia juga mengingatkan seluruh panitia dan anggota TNI yang terlibat agar menjaga kehormatan dan marwah institusi dengan bekerja secara profesional, transparan, dan berintegritas tinggi. “Kami ingin mencetak prajurit yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga bersih secara moral,” ujarnya.

Untuk memperkuat kepercayaan publik, Kodam IM membuka jalur pengaduan langsung yang dapat diakses masyarakat dan calon peserta seleksi. Jalur ini berfungsi sebagai sarana kontrol sosial agar tidak terjadi penyimpangan selama proses berlangsung. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh tim investigasi internal secara cepat, objektif, dan tanpa pandang bulu.

Selain fokus pada transparansi, Kodam IM juga memperhatikan aspek kesejahteraan dan kesiapan mental para peserta. Para calon bintara dibekali dengan nilai-nilai dasar keprajuritan, disiplin, dan loyalitas terhadap bangsa. Melalui pendekatan edukatif ini, diharapkan setiap peserta memahami bahwa menjadi prajurit bukan sekadar profesi, melainkan pengabdian luhur kepada negara dan rakyat Indonesia.

Upaya Kodam IM ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat Aceh. Banyak pihak menilai bahwa langkah transparan dan terbuka seperti ini merupakan contoh nyata reformasi birokrasi di tubuh militer. Dengan menegakkan integritas sejak awal rekrutmen, TNI AD diharapkan dapat melahirkan generasi prajurit yang tangguh, berjiwa patriotik, serta menjadi pelindung rakyat yang dapat dipercaya di setiap situasi dan kondisi.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts