ANKARA, 15 Oktober 2025 — Pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik perhatian publik, bukan hanya karena isi pembicaraan politiknya, tetapi juga karena kehadiran penerjemah pribadi Erdoğan yang berhijab yang tampak menolak berjabat tangan dengan Trump.
Momen itu terjadi saat sesi penyambutan resmi, ketika Erdoğan memperkenalkan stafnya kepada Trump. Dalam video yang beredar, sang penerjemah tampak menunduk sopan namun tidak menyambut uluran tangan dari mantan presiden AS tersebut. Aksi tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial dan menuai beragam reaksi.
Selain gestur tersebut, warganet juga menyoroti momen ketika sang penerjemah terlihat sedikit lambat dalam menerjemahkan percakapan antara Erdoğan dan Trump. Beberapa media mencatat bahwa Erdoğan memang dikenal kerap membawa penerjemah pribadinya sendiri dalam pertemuan bilateral penting, termasuk dengan pemimpin negara besar seperti Amerika Serikat.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana Kepresidenan Turki terkait kejadian tersebut. Namun sejumlah pengamat menilai, penerjemah pribadi Erdoğan kemungkinan mengikuti etika budaya dan keagamaan yang berlaku di negaranya, terutama dalam konteks interaksi lintas gender di ruang publik.
Di sisi lain, para pengguna media sosial di Turki memberikan dukungan terhadap penerjemah tersebut. Banyak yang memuji sikapnya sebagai bentuk komitmen terhadap nilai dan keyakinan pribadi, sementara sebagian lainnya menganggap kejadian itu seharusnya tidak menjadi isu besar.
Pertemuan Erdoğan dan Trump sendiri membahas hubungan bilateral, isu keamanan regional, serta kerja sama ekonomi antara Turki dan Amerika Serikat. Meskipun insiden kecil itu menarik perhatian publik, kedua pemimpin tetap melanjutkan pertemuan dengan suasana yang dinilai positif.
Momen penerjemah berhijab ini kini menjadi viral di berbagai platform sosial media, menambah dimensi menarik dari diplomasi internasional yang sering kali tidak hanya soal kebijakan dan politik, tetapi juga nilai-nilai budaya dan pribadi yang melekat dalam interaksi antarnegara.[]










