SEANTERONEWS.com – Ketegangan di kawasan Asia Selatan kembali meningkat setelah Pakistan melancarkan serangan udara terhadap wilayah Afghanistan, Jumat (10/10/2025). Serangan tersebut dilaporkan menargetkan posisi militan yang diklaim sebagai kelompok teroris yang kerap melakukan serangan lintas batas ke wilayah Pakistan.
Menurut laporan dari sumber militer Pakistan, operasi udara ini dilakukan sebagai bentuk respons atas meningkatnya aksi teror di wilayah perbatasan Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan. Militer menyebut sejumlah target berhasil dihancurkan, termasuk kamp pelatihan dan gudang senjata yang diduga digunakan oleh kelompok bersenjata Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).
Namun, pemerintah Afghanistan mengecam keras tindakan militer Pakistan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Kementerian Luar Negeri Afghanistan menyatakan bahwa serangan itu telah menewaskan sejumlah warga sipil dan memperburuk hubungan diplomatik antara kedua negara yang sudah tegang sejak lama.
“Serangan udara ini merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan kedaulatan Afghanistan. Kami menuntut Pakistan untuk segera menghentikan agresi dan menyelesaikan perbedaan melalui jalur diplomatik,” demikian pernyataan resmi dari otoritas Kabul.
Para pengamat menilai, tindakan Pakistan ini berpotensi memicu konflik terbuka antara kedua negara yang memiliki sejarah panjang ketegangan perbatasan sejak jatuhnya rezim Taliban pertama pada 2001. Selain itu, langkah ini juga dikhawatirkan akan mengguncang stabilitas keamanan regional, terutama di tengah meningkatnya aktivitas militan di perbatasan Afghanistan-Pakistan.
Sementara itu, masyarakat internasional menyerukan agar kedua negara menahan diri dan kembali ke meja perundingan untuk menghindari eskalasi yang lebih luas.[]










