SEANTERONEWS.com – Ketegangan diplomatik antara dunia Muslim dan Israel semakin memanas setelah muncul pernyataan tegas dari Pemerintah Qatar yang menyebut akan menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, jika ia berani menginjakkan kaki di negara-negara berpenduduk Muslim.
Pernyataan keras itu muncul sebagai bentuk protes terhadap agresi brutal Israel di Jalur Gaza yang telah menewaskan puluhan ribu warga sipil. Qatar menilai Netanyahu sebagai tokoh yang paling bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan tersebut dan menegaskan bahwa dunia Muslim tidak akan memberikan tempat aman bagi pemimpin yang dianggap melakukan genosida terhadap rakyat Palestina.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menegaskan bahwa langkah tegas ini sejalan dengan seruan komunitas internasional untuk membawa Netanyahu dan jajaran militernya ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC). “Siapa pun yang terlibat dalam pembunuhan warga sipil tidak akan diterima di dunia Muslim,” ujar pejabat tersebut dalam keterangan resminya.
Selain Qatar, sejumlah negara Timur Tengah dikabarkan turut mendukung sikap keras terhadap Israel, termasuk seruan untuk meninjau ulang hubungan diplomatik dan ekonomi. Dukungan terhadap rakyat Palestina terus mengalir dari berbagai organisasi kemanusiaan dan lembaga keagamaan di kawasan.
Langkah Qatar ini dinilai sebagai sinyal bahwa dunia Islam mulai bersatu dalam menuntut keadilan bagi rakyat Palestina. Doha juga menegaskan komitmennya untuk terus menggalang dukungan internasional agar agresi Israel segera dihentikan dan pelaku kejahatan perang diadili secara hukum.[]









