ACEHEKONOMI

Aceh Sudah “Paling Aman di Sumatera”, Tapi Kenapa Investor Belum Semua Masuk?

SeanteroNews.com – Aceh disebut-sebut sebagai provinsi paling aman di Pulau Sumatera. Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, mengatakan bahwa data menunjukkan Aceh memiliki Indeks Demokrasi dan Keamanan Sosial (IDSD) yang tinggi. Namun meskipun status aman sudah dimiliki, Aceh belum berhasil menarik investasi dalam skala yang diharapkan.

Dalam sebuah kuliah umum di Universitas Syiah Kuala (USK) berjudul Harmoni Keamanan dan Ketertiban serta Penegakan Hukum, Kapolda menekankan bahwa rasa aman saja tidak cukup. Kunci berikutnya adalah kenyamanan. Ia menjelaskan bahwa investor tidak hanya membutuhkan keamanan fisik, tetapi juga perlindungan psikologis, kepastian hukum, dan kondisi nyaman secara keseluruhan agar mereka berani menanam modal di Aceh.

Empat elemen penting yang disebutkan Kapolda adalah: security (keamanan fisik dan jiwa), safety (perlindungan dari segala bahaya), surety (bebas dari kekhawatiran), dan peace (suasana damai dan tenang). Ia percaya bahwa apabila keempat elemen ini berjalan bersama, Aceh akan menjadi magnet kuat bagi investor.

Padahal, Aceh memiliki berbagai potensi besar: kekayaan sumber daya alam, hutan, serta pariwisata yang menarik bagi investor. Namun kenyataannya, masih banyak tantangan yang harus dihadapi: kemiskinan yang tinggi, pengangguran belum turun signifikan, infrastruktur belum merata, dan regulasi yang kadang berbelit. Semua faktor ini membuat investor masih ragu-ragu.

Konsep yang diusung Polda Aceh—“Meutuah, Menuju Meusyuhu”—menjadi visi yang mencoba menjembatani fungsi penegakan hukum dan budaya Aceh dengan kearifan lokal, supaya rasa aman dan nyaman bisa dirasakan tidak hanya secara administratif tetapi juga dalam praktik sehari-hari.

Di sisi lain, pengusaha lokal menyebut sejumlah hambatan: infrastruktur jalan masih belum memadai; pelabuhan dan bandar udara kurang dukungan fasilitas; sumber daya manusia belum cukup siap; bahkan sering ada ketidakpastian dalam regulasi dan kepercayaan terhadap pemerintah. Semua ini dianggap menghambat investor yang sudah tertarik untuk benar-benar menanamkan modal.

Aceh punya modal keamanan tinggi, potensi alam besar, dan daya tarik budaya/pariwisata. Namun, keseimbangan antara “aman” dan “nyaman”, ditambah regulasi yang jelas dan kepercayaan pemerintah, menjadi pintu gerbang agar investasi tidak hanya jadi janji, tapi nyata membawa manfaat untuk masyarakat.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts