SEANTERONEWS.com — Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah mengajak para pengusaha warung kopi (warkop) dan usaha kopi di Aceh agar ikut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ajakan ini disampaikan dalam pertemuan santai di Sentra Kopi Batoh, Kota Banda Aceh.
Kapolda menyampaikan bahwa warkop bukan sekadar tempat usaha atau nongkrong, tetapi bisa menjadi ruang bersama yang memiliki potensi besar sebagai pusat interaksi sosial. Karena itu, para pengusaha warkop diharapkan tidak hanya fokus pada bisnis semata, tetapi juga peka terhadap situasi keamanan di lingkungan sekitar usahanya.
Dalam arahannya, Kapolda menekankan perlunya kesadaran bersama agar warkop tidak menjadi tempat munculnya pelanggaran hukum, seperti penayangan konten negatif, kerumunan yang tidak terkontrol, atau aktivitas yang bisa memicu gangguan keamanan. Pengusaha warkop diminta untuk ikut aktif melaporkan bila terjadi hal-hal mencurigakan di sekitar usaha mereka.
Selain itu, Kapolda juga mengimbau warkop untuk menyediakan fasilitas ibadah yang memadai bagi pengunjung, sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial dan upaya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar. Kehadiran fasilitas tersebut dinilai bisa menciptakan suasana yang lebih kondusif dan harmonis.
Pihak kepolisian juga siap mendukung usaha warkop dalam hal keamanan, menyediakan informasi dan koordinasi agar lampu penerangan, kamera pengawas, serta patroli lingkungan dapat diperkuat. Sinergi antara warkop, masyarakat, dan aparat keamanan dianggap sangat penting agar Aceh tetap kondusif dan aman dalam berbagai kegiatan usaha malam hari.
Dengan ajakan ini, diharapkan pengusaha warkop tidak hanya sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga sebagai mitra keamanan yang memperkuat stabilitas sosial. Kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat bakal menjadi kunci untuk mencegah gangguan keamanan dan membangun ketertiban yang berkelanjutan di Aceh.[]









