Kapolda Baru Memulai Tugas dengan Simbol Wibawa
seanteronews.com – Brigjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah resmi dilantik sebagai Kapolda Aceh dalam sebuah prosesi khidmat yang ditandai dengan serah terima Pataka “Machdum Sakti” dari Irjen Pol Dr. Achmad Kartiko. Pataka ini bukan sekadar simbol, melainkan lambang kewibawaan, amanah, dan tanggung jawab kepemimpinan di jajaran Polda Aceh. Serah terima pataka selalu menjadi momen sakral dalam setiap pergantian pucuk pimpinan karena mencerminkan kontinuitas tugas kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Penyambutan Hangat yang Sarat Nilai Budaya
Dalam acara lepas sambut, Brigjen Marzuki Ali Basyah bersama istri, Ny. Irawati Marzuki, disambut dengan tarian tradisional Ranup Lampuan, sebuah tradisi khas Aceh yang menggambarkan kehangatan dan penghormatan kepada tamu agung. Selain itu, prosesi kalungan bunga juga dilakukan sebagai tanda doa dan harapan agar tugas baru yang diemban dapat membawa keberkahan bagi masyarakat Aceh. Kehadiran unsur budaya lokal ini memperlihatkan kuatnya ikatan antara kepolisian dengan masyarakat adat, serta menegaskan bahwa aparat hukum hadir tidak hanya sebagai penegak aturan, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial budaya masyarakat.
Penghargaan untuk Kepemimpinan Sebelumnya
Irjen Achmad Kartiko, Kapolda Aceh sebelumnya, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas kinerja selama menjabat hampir dua tahun. Di bawah kepemimpinannya, Polda Aceh berhasil mengawal berbagai agenda penting seperti Pemilu 2024, Pilkada Serentak, penyelenggaraan PON Aceh-Sumut, hingga peringatan Hari Damai Aceh. Ia juga menyoroti pencapaian besar berupa penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden RI, sebagai bukti komitmen dan profesionalitas Polri di Aceh. Pencapaian ini menjadi warisan positif yang diharapkan dapat dilanjutkan dan diperkuat oleh Kapolda baru.
Visi Kepemimpinan Brigjen Marzuki Ali Basyah
Dalam sambutannya, Brigjen Marzuki menekankan bahwa ia tidak akan menghapus program-program lama yang telah berjalan baik, melainkan memperkuat fondasi yang sudah ada. Fokus utamanya adalah mempererat soliditas internal kepolisian sebagai kunci utama dalam memberikan pelayanan yang presisi dan terpercaya kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa Polda Aceh harus terus hadir di tengah masyarakat dengan wajah yang humanis, responsif, dan solutif. Dengan begitu, Polri tidak hanya dipandang sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat rakyat yang mengayomi dan melindungi.
Komitmen untuk Aceh yang Damai dan Sejahtera
Brigjen Marzuki juga menyampaikan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan Aceh yang selama ini menjadi modal penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, keamanan adalah fondasi dari segala aktivitas sosial, ekonomi, dan politik. Tanpa situasi yang aman, upaya pembangunan akan selalu terhambat. Karena itu, ia menyerukan seluruh jajaran Polda Aceh agar bekerja dengan penuh integritas, ikhlas, dan semangat pengabdian demi menjaga kedamaian dan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Masyarakat Aceh menaruh harapan besar kepada kepemimpinan Brigjen Marzuki, terutama dalam menghadapi tantangan ke depan seperti peningkatan kasus narkotika, peredaran ilegal sumber daya alam, serta dinamika politik lokal. Dengan pengalaman panjangnya di kepolisian, Marzuki diyakini mampu membawa perubahan positif dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.[]









