SEANTERONEWS.com – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersama 23 negara Islam mengecam keras rencana penguasaan militer penuh Jalur Gaza oleh Israel. Dalam pernyataannya, mereka menolak segala upaya pengusiran rakyat Palestina dari Gaza maupun Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, serta menyerukan penghentian pelanggaran terhadap warga sipil dan infrastruktur di wilayah-wilayah tersebut.
Komite Menteri OKI menyatakan pentingnya memulai rencana rekonstruksi Jalur Gaza berbasis Arab-Islam dan mengundang partisipasi aktif negara-negara anggota dalam konferensi rekonstruksi yang akan digelar di Kairo. Mereka juga menekankan bahwa perdamaian yang adil hanya dapat dicapai melalui solusi dua negara dengan pembentukan negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan 4 Juni 1967, dan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
Reaksi ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel, menyusul rencana pengambilalihan Gaza City yang dikritik secara global sebagai eskalasi berbahaya dan melanggar hukum humaniter internasional.
Ringkasan
| Elemen | Rincian |
|---|---|
| Tokoh/Kelompok | OKI & 23 negara Islam |
| Aksi | Menolak keras rencana Israel kuasai Jalur Gaza |
| Tuntutan | Hentikan pelanggaran, dorong rekonstruksi, gelar konferensi di Kairo |
| Solusi yang Didukung | Solusi dua negara, negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan 1967, Yerusalem Timur sebagai ibu kota |
| Konteks | Reaksi terhadap meningkatnya konflik dan rencana pengambilalihan Gaza oleh Israel |










