ACEH BESAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat disertai petir di sebagian wilayah Aceh. Peringatan dini itu dirilis Selasa (20/10/2026) dengan waktu kejadian pukul 15.50 WIB. Sementara itu, prakiraan BMKG untuk Kabupaten Aceh Besar menunjukkan hujan petir berpotensi terjadi di hampir seluruh kecamatan pada Rabu (21/10/2026).
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, kondisi Aceh Besar pada Selasa umumnya berawan. Cuaca mulai berubah pada Rabu. Hujan petir diprakirakan turun di sejumlah kecamatan, antara lain Lhoknga, Indrapuri, Seulimeum, Montasik, Sukamakmur, Darul Imarah, Mesjid Raya, Ingin Jaya, Kuta Baro, Darussalam, Lembah Seulawah, Kota Jantho, Kuta Cot Glie, Kuta Malaka, Simpang Tiga, Darul Kamal, Baitussalam, Krueng Barona Jaya, Leupung, dan Blang Bintang. Adapun Lhoong, Peukan Bada, dan Pulo Aceh diprakirakan hanya diguyur hujan ringan.
Pada Kamis (22/10/2026), cuaca didominasi berawan dan hujan ringan. Hujan petir masih diprakirakan terjadi di Kecamatan Sukamakmur dan Kuta Malaka. Memasuki Jumat (23/10/2026), hujan ringan diprakirakan turun di banyak kecamatan, sedangkan Lembah Seulawah dan Kota Jantho kembali berpotensi hujan petir.
Suhu udara di Aceh Besar berkisar 22 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi, yakni 70 hingga 99 persen. Kota Jantho tercatat paling sejuk, dengan suhu terendah 19 hingga 20 derajat Celsius pada Rabu dan Jumat.
Masyarakat diimbau waspada terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti genangan, pohon tumbang, dan sambaran petir. Warga disarankan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau berada di area terbuka saat petir menyambar, serta memantau pembaruan resmi BMKG melalui bmkg.go.id.
Di sisi lain, hujan yang turun di tengah musim kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpotensi membantu menurunkan suhu dan membasahi bahan bakar yang mudah terbakar. Namun, hujan ringan dan singkat belum tentu cukup memadamkan api di lahan gambut. Masyarakat tetap diminta tidak membakar lahan.(*)











