PIDIE JAYA – Legalitas operasional armada penangkap ikan dan jaminan keselamatan nyawa saat mengarungi lautan lepas menjadi prioritas utama bagi masyarakat pesisir. Menjawab kebutuhan tersebut, instansi lintas sektoral sukses menggelar program “Gerai E-Pas Kecil dan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Tahun 2026” di Aula Kantor Bappeda Pidie Jaya, Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, pada Minggu pagi (18/10/2026).
Kegiatan proaktif ini dirancang secara khusus untuk membidik nelayan tradisional yang mengoperasikan kapal penangkap ikan dengan tonase kotor hingga 7 Gross Tonnage (GT). Selain untuk mempercepat target tertib administrasi perkapalan, forum ini juga menjadi wadah edukasi krusial mengenai mitigasi kecelakaan laut di tengah bayang-bayang anomali cuaca ekstrem.
Forum strategis ini dihadiri langsung oleh unsur pimpinan daerah, di antaranya Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., serta Kepala KSOP Kelas IV Malahayati Capt. Amfami, S.H., M.M., M.Mar. Dukungan penuh juga mengalir dari perwakilan TNI, jajaran kejaksaan, instansi kelautan, lembaga adat Panglima Laot, serta ratusan nelayan yang tampak antusias mengikuti jalannya acara.
Jemput Bola Layanan dan Kewaspadaan Cuaca
Dalam sambutannya, Bupati Sibral Malasyi memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi penerbitan E-Pas Kecil yang dilakukan dengan sistem “jemput bola” ini.
“Kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para nelayan kita. Legalitas identitas kapal itu penting, namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana pemahaman nelayan terhadap prosedur keselamatan sebelum memutuskan untuk melempar sauh,” ungkap Sibral.
Dalam sesi edukasi, perwakilan KSOP membedah tuntas standar operasional keselamatan pelayaran. Para peserta, yang sebagian besar mengandalkan alat tangkap tradisional, diingatkan untuk tidak memaksakan diri melaut jika otoritas terkait telah mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk. Penyediaan alat keselamatan standar di atas kapal juga ditekankan sebagai syarat mutlak yang tidak boleh ditawar.
Sinergi Kepolisian Jaga Masyarakat Pesisir
Kehadiran jajaran Polres Pidie Jaya yang memonitor langsung kegiatan ini merupakan representasi komitmen Korps Bhayangkara dalam mengayomi komunitas pesisir.
Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, melalui jajarannya menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan otoritas pelabuhan adalah kunci untuk menciptakan ekosistem maritim yang aman dan kondusif. Pemenuhan dokumen E-Pas Kecil nelayan Pidie Jaya diharapkan tak hanya menjadi formalitas, melainkan juga mempermudah pengawasan dan pemberian bantuan bila terjadi kondisi darurat di perairan.
Rangkaian acara yang sarat akan nilai kearifan lokal ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan Shalawat Badar, serta diwarnai semangat kebangsaan melalui lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh. Setelah pemaparan materi dan dialog interaktif rampung, seluruh agenda berakhir dengan tertib, aman, dan kondusif tepat pada pukul 10.45 WIB.[]











