JAKARTA – Di tengah pesatnya eskalasi perang modern yang kian bertumpu pada domain digital dan informasi, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mempertegas komitmennya dalam menjaga kedaulatan ruang siber nasional.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Siber (Satsiber) TNI untuk memacu kompetensi secara berkelanjutan guna menangkal berbagai potensi serangan siber yang kian canggih.
Instruksi tegas tersebut disampaikan Panglima TNI saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Satsiber TNI di GOR A. Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (14/10/2026).
Peringatan hari jadi kesatuan pengawal dunia maya militer ini mengusung tema “Kolaborasi Pentahelix Menguatkan Ekosistem Siber Nasional, Meningkatkan Kemandirian Teknologi, Mewujudkan Sishankamrata di Ruang Siber, Mendukung TNI Prima”.
Dalam pengarahannya, Jenderal Agus mengingatkan bahwa lanskap ancaman pertahanan saat ini tidak lagi terbatas pada pertempuran fisik di darat, laut, dan udara, melainkan telah merambah ke medan siber yang bergerak cepat dan tanpa batas wilayah.
“Prajurit siber harus terus berlatih dan mengembangkan kompetensi diri dalam menghadapi ancaman saat ini. Jangan cepat merasa puas karena satuan siber merupakan garda terdepan dalam menjaga keutuhan pertahanan negara,” tegas Jenderal Agus di hadapan para prajurit matra siber.
Pendekatan Pentahelix demi Kemandirian Teknologi
Panglima TNI menggarisbawahi bahwa pembentukan postur pertahanan digital yang tangguh tidak dapat dijalankan secara terisolasi oleh instansi militer semata. Dibutuhkan konsolidasi terpadu melalui skema kolaborasi pentahelix yang merangkul lima elemen kunci: pemerintah, kalangan akademisi, dunia usaha, komunitas teknologi, serta media massa.
Sinergi lintas sektoral ini dipandang sebagai prasyarat mutlak dalam menciptakan ekosistem siber yang mandiri, meningkatkan kapasitas talenta sumber daya manusia (SDM) spesialis keamanan jaringan, serta menekan ketergantungan terhadap teknologi asing.
Integrasi ini sekaligus menjadi landasan dalam mengejawantahkan doktrin Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) ke dalam arena pertahanan siber.
Wujudkan Postur Militer ‘TNI Prima’
Memasuki usia ke-9, Satsiber TNI dituntut semakin adaptif dan responsif dalam memitigasi potensi intrusi, perang informasi, maupun spionase digital yang menargetkan infrastruktur kritis militer dan kenegaraan.
Jenderal Agus berharap momentum hari jadi ini menjadi pijakan untuk mengakselerasi profesionalisme, interoperabilitas, serta kesiapsiagaan operasional satuan.
Melalui inovasi teknologi dan kolaborasi yang erat, TNI meneguhkan komitmennya menghadirkan sistem pertahanan siber yang berdaya saing global demi menopang terwujudnya visi TNI Prima dan menjaga kedaulatan Republik Indonesia di ruang siber.[]











