BREAKING

EDUKASI

Siswa SMAN 1 Matangkuli Ikuti Outing Class ke Langsa, Belajar Buat Gerabah hingga Jelajah Hutan Lindung

Siswa SMAN 1 Matangkuli mengikuti outing class ke Langsa dengan belajar membuat gerabah di Sanggar Asri dan menjelajah Hutan Lindung.

LANGSA – Sebanyak puluhan siswa SMA Negeri 1 Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, melaksanakan kegiatan outing class edukatif ke Kota Langsa pada Sabtu (5/9/2026). Kegiatan bertajuk “Belajar di Luar Kelas, Menginspirasi Masa Depan” ini memadukan edukasi kriya tradisional dan pengenalan lingkungan alam terbuka.

Destinasi pertama yang disambangi para siswa dan guru pendamping adalah Sanggar Asri di Kota Langsa. Di lokasi sentra kerajinan tersebut, rombongan disambut langsung oleh pemilik sanggar, Pak Aswan.
Para siswa diberi kesempatan mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan gerabah, mulai dari memilih tanah liat berkualitas, teknik memutar di atas meja putar, proses pengeringan dan pembakaran, hingga pengecatan serta penyelesaian akhir (finishing).

Pak Aswan secara telaten membimbing siswa agar memahami bahwa pembuatan gerabah tidak hanya membutuhkan keterampilan tangan, tetapi juga ketelatenan dan kesabaran tinggi.

Usai mengasah keterampilan kriya, rombongan melanjutkan perjalanan wisata edukasi ke kawasan Hutan Lindung Kota Langsa. Di bawah rindangnya pepohonan dan latar rumah tradisional Aceh, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan outbound yang dirancang untuk melatih kerja sama tim, kekompakan, serta kepemimpinan.

Kepala SMAN 1 Matangkuli, Zulfikar, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa pembelajaran di luar ruang kelas ini merupakan wujud penerapan kurikulum yang kontekstual dan aplikatif bagi peserta didik.

“Kegiatan outing class ini kami rancang agar para siswa tidak hanya memperoleh materi teoritis di dalam ruangan, tetapi juga mengasah kepekaan motorik, kreativitas wirausaha lewat seni gerabah, serta menumbuhkan cinta lingkungan. Melalui interaksi langsung dengan alam dan perajin lokal, siswa belajar arti ketekunan dan kerja sama,” ujar Zulfikar di sela-sela kegiatan.

Zulfikar menambahkan, untuk mengukur pemahaman serta kemampuan literasi siswa pascakegiatan, pihak sekolah menugaskan seluruh peserta menyusun esai reflektif mengenai pengalaman perjalanan outing class tersebut.

“Tugas esai ini bertujuan melatih daya ingat, analisis, serta kemampuan literasi siswa dalam menuangkan pengalaman berharga yang didapat hari ini menjadi karya tulis yang bernilai,” pungkasnya.

Kegiatan berjalan lancar dan penuh antusiasme hingga sore hari, sebelum rombongan kembali bertolak ke Aceh Utara.(*)

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts