BREAKING

ACEH

Ngopi Bareng Usai Subuh, Kapolres Bener Meriah Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto gelar dialog Ngopi Bareng usai Subuh di Meunasah Al-Hidayah guna menyerap aspirasi dan jaga kamtibmas.

BENER MERIAH – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Meunasah Al-Hidayah di Dusun Pante Raya Timur, Kabupaten Bener Meriah. Selepas menunaikan ibadah salat Subuh berjamaah, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bener Meriah menggelar forum dialog bertajuk “Ngopi Bareng” bersama para tokoh dan warga setempat.

Inisiatif yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto, ini menjadi jembatan silaturahmi sekaligus wadah komunikasi dua arah yang inklusif antara kepolisian dan masyarakat. Tanpa sekat formalitas yang kaku, warga leluasa mengutarakan aspirasi, masukan, hingga keluhan seputar pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto menegaskan bahwa agenda tatap muka selepas Subuh ini merupakan program berkelanjutan yang dilaksanakan secara berkala dan berpindah lokasi di berbagai penjuru wilayah hukum Bener Meriah.

“Kegiatan ini rutin kami selenggarakan setiap pagi di lokasi yang berbeda-beda. Selain memperkokoh tali persaudaraan, tujuan utamanya adalah mendengarkan secara langsung suara, dinamika, dan kebutuhan warga, khususnya terkait stabilitas keamanan lingkungan,” ujar AKBP Aris dalam keterangannya.

Deteksi Dini dan Solusi Cepat Berbasis Komunitas

Menurut Kapolres, komunikasi tatap muka di ruang publik komunitas memungkinkan aparat kepolisian memetakan potensi kerawanan sosial sejak dini. Dengan demikian, setiap persoalan yang mengemuka dapat dicarikan jalan keluarnya secara cepat, terukur, dan tepat sasaran.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk proaktif berpartisipasi serta tidak sungkan memberikan informasi konstruktif kepada aparat penegak hukum.

“Melalui keterbukaan komunikasi ini, kami berharap warga tidak ragu berbagi informasi dengan kepolisian. Rasa aman bukanlah tanggung jawab tunggal Polri, melainkan hasil komitmen dan gotong royong kita bersama,” tambahnya.

Sentuhan Kultural dan Pendekatan Humanis

Pemanfaatan tradisi minum kopi yang lekat dengan budaya masyarakat Dataran Tinggi Gayo usai beribadah di meunasah menjadi simbol pendekatan humanis yang efektif.

Langkah ini membuktikan bahwa strategi pencegahan gangguan kamtibmas tidak melulu mengandalkan patroli represif, melainkan dapat dibangun melalui dialog kultural yang mempererat kemitraan strategis antara aparat dan masyarakat di akar rumput.[]

author avatar
Saumi R News Tv

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts