MOSKOW — Rusia kembali menunjukkan kemampuan rudal strategisnya. Moskow mengumumkan keberhasilan uji peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) berkemampuan nuklir dari Kosmodrom Plesetsk, Jumat, (28/8/2026).
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan peluncuran tersebut merupakan bagian dari latihan tempur yang melibatkan ICBM berbahan bakar padat dan menggunakan sistem peluncur bergerak. Rudal ditembakkan dari fasilitas uji Plesetsk di wilayah Arkhangelsk, Rusia barat laut.
Dalam keterangannya, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut rudal berhasil menjalankan misi hingga mencapai wilayah sasaran yang telah ditentukan di tempat latihan Kura, Semenanjung Kamchatka, kawasan Timur Jauh Rusia. Seluruh tugas yang ditetapkan dalam latihan tersebut dinyatakan terpenuhi.
Kementerian Pertahanan Rusia juga menyebut latihan itu digunakan untuk menguji kemampuan operasional pasukan rudal strategis, termasuk proses pemindahan satu unit baterai peluncur ICBM bergerak ke lokasi terpencil, persiapan peluncuran, hingga eksekusi penembakan rudal.
Tujuan lainnya adalah memverifikasi kemampuan teknis dan karakteristik penerbangan sistem rudal yang digunakan. Dengan kata lain, latihan tersebut bukan sekadar demonstrasi peluncuran, tetapi juga menjadi pengujian terhadap kesiapan sistem rudal strategis Rusia.
Rusia tidak mengungkap secara resmi tipe ICBM yang digunakan dalam peluncuran tersebut. Namun, analisis Pavel Podvig dari Russian Strategic Nuclear Forces menyebut rudal yang diluncurkan kemungkinan merupakan RS-24 Yars, berdasarkan informasi mengenai peluncuran dari Plesetsk serta karakteristik sistem peluncurnya.
Anadolu Agency juga melaporkan bahwa Kementerian Pertahanan Rusia menyebut rudal tersebut sebagai ICBM “nuclear-capable” atau mampu membawa hulu ledak nuklir. Kendati demikian, tidak ada keterangan bahwa peluncuran pada 28 Agustus membawa hulu ledak nuklir sungguhan. Rudal tersebut digunakan dalam konteks latihan, dengan hulu ledak latihan mencapai area sasaran.
Peluncuran dari Plesetsk menuju Kura bukan hal baru bagi kekuatan rudal strategis Rusia. Pada Mei 2026, Moskow juga melaporkan peluncuran rudal Yars dari Plesetsk menuju kawasan latihan Kura dalam rangka latihan kekuatan nuklir strategis yang melibatkan Rusia dan Belarus.
Uji coba terbaru itu berlangsung ketika ketegangan keamanan Rusia dengan negara-negara Barat masih tinggi. Karena itu, peluncuran ICBM berkemampuan nuklir tersebut memiliki arti strategis yang lebih luas daripada sekadar pengujian teknis.
Tak lama setelah pengumuman Rusia, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres kembali menyerukan agar negara-negara pemilik senjata nuklir mempertahankan penghentian uji coba nuklir dan memperkuat komitmen terhadap larangan ledakan nuklir. Seruan itu disampaikan Jumat, 28 Agustus 2026, setelah muncul kabar mengenai peluncuran ICBM Rusia.
Uji coba tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan rudal balistik antarbenua tetap menjadi salah satu instrumen utama Rusia dalam mempertahankan kekuatan penangkal nuklirnya. ICBM berbasis darat merupakan bagian penting dari kekuatan nuklir strategis Rusia bersama komponen laut dan udara.
Bagi Moskow, pengujian semacam ini juga menjadi cara untuk memastikan kesiapan teknis sistem rudal strategis. Namun bagi komunitas internasional, peluncuran ICBM berkemampuan nuklir di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik menjadi sinyal yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Rusia menyebutnya latihan. Tetapi kemampuan yang diuji adalah salah satu instrumen paling destruktif dalam persenjataan strategis dunia.(*)











