LEBANON — Ketegangan di kawasan perbatasan kembali memuncak setelah militer Israel melancarkan serangkaian operasi pembongkaran bangunan, peledakan, hingga pembakaran lahan di sejumlah kota dan desa di Lebanon selatan pada Selasa (25/8/2026). Aksi sepihak ini dinilai sebagai bentuk pelanggaran beruntun terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati kedua belah pihak.
Laporan koresponden Al Mayadeen mencatat bahwa pasukan Israel tidak hanya merobohkan infrastruktur sipil, tetapi juga menerjunkan helikopter dan pesawat tempur untuk menggempur pemukiman warga dari udara.
Rentetan Serangan Udara dan Pembakaran Lahan
Aktivitas militer Israel terpantau meluas di beberapa titik strategis Lebanon selatan lewat berbagai moda serangan:
-
Pengeboman Udara & Artileri: Pesawat tempur menyasar Kota al-Mansouri yang dibarengi rentetan tembakan artileri. Sementara itu, jet tempur juga dijatuhkan bom sonik di Kota Yater, serta serangan udara menghantam kawasan Bukit Ali al-Taher dan Bukit al-Dabsha.
-
Peledakan Bangunan: Pembongkaran dan peledakan fasilitas pemukiman melanda Kota Markaba, Majdel Zoun, Mays al-Jabal, Ainata, Zawtar al-Sharqiya, Haddatha, Kawnine, hingga Distrik Bint Jbeil.
-
Perusakan Lingkungan & Properti: Pasukan darat sengaja membakar lahan pertanian produktif di kawasan antara Haris dan Haddatha, serta melakukan penebangan dan pengambilan pohon milik warga secara sistematis.
-
Penembakan Helikopter: Helikopter tempur melepaskan tembakan senapan mesin ke pinggiran Kota Taybeh saat menggelar operasi pencarian.
Korban Jiwa Tembus Hampir 9.000 Orang
Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat dampak destruktif dari eskalasi agresi militer Israel yang berlangsung sejak 8 Oktober 2023. Hingga akhir Agustus 2026, akumulasi korban jiwa dan luka-luka terus melonjak tajam:
-
Total Korban (Sejak 8 Okt 2023): 8.915 orang dilaporkan tewas dan 30.543 orang mengalami luka-luka.
-
Eskalasi Terbaru (2 Maret – 21 Agustus 2026): Menyumbang angka 4.348 korban tewas dan 12.307 orang luka-luka.
Selain merusak fasilitas publik dan rumah-rumah warga, pasukan Israel dilaporkan mulai mendirikan barikade penutup dan penghalang baru di kawasan Zawtar al-Sharqiyah, mempertegas penguasaan medan di tengah situasi kemanusiaan yang kian memburuk.











