JAKARTA – Keandalan pasokan listrik nasional menjadi prioritas utama dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi dan pelayanan publik. Menyadari peran strategis tersebut, tim audit dari Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional Korsabhara Baharkam Polri melakukan pengawasan dan pengendalian (Wasdal) di Kantor Pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan bahwa aset-aset strategis kelistrikan terlindungi dengan sistem keamanan yang mumpuni. Memasuki hari kedua pemeriksaan, tim auditor yang dipimpin oleh Kombes Pol. Edy Sumardi Priadinata, S.I.K., M.H., mendalami implementasi kebijakan keamanan di lapangan melalui pemeriksaan dokumen serta wawancara langsung dengan jajaran manajemen PLN.
Proses audit yang berlangsung intensif sejak pagi hingga sore hari tersebut mencakup tiga elemen utama dalam standar SMP Obvitnas, yakni perencanaan pengamanan, implementasi operasional, serta pemantauan dan evaluasi kinerja.
Tim auditor melakukan sinkronisasi antara dokumen kebijakan di atas kertas dengan praktik nyata di lingkungan kerja PLN. Selain itu, tim juga mewawancarai sejumlah pihak, termasuk Vice President Keamanan, manajer regional, hingga tim teknis pengamanan untuk mendapatkan gambaran utuh terkait sistem proteksi aset perusahaan.
“Tujuan kami bukan sekadar administratif. Kami ingin memastikan kebijakan pengamanan tidak hanya menjadi dokumen pelengkap, tetapi benar-benar dijalankan dan terukur efektivitasnya dalam menghadapi potensi ancaman,” tegas Kombes Pol. Edy Sumardi.
PLN, sebagai penyedia tenaga listrik nasional, memegang peran sentral dalam menjaga denyut nadi kehidupan masyarakat dan sektor industri. Gangguan sekecil apa pun pada infrastruktur listrik dapat menyebabkan efek domino yang merugikan aktivitas sosial serta roda perekonomian. Oleh karena itu, pengamanan aset vital ini menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar.
Sistem manajemen pengamanan yang kuat menjadi instrumen pertahanan terhadap berbagai potensi risiko, mulai dari gangguan operasional, sabotase, hingga ancaman siber yang kian kompleks. Dengan sistem yang terencana, diharapkan pasokan listrik bagi rumah tangga, fasilitas publik seperti rumah sakit, hingga sektor industri tetap terjaga keandalannya.
Rangkaian audit ini tidak berakhir begitu saja. Setelah pemeriksaan hari kedua, tim auditor dijadwalkan akan melanjutkan tahapan evaluasi pada elemen berikutnya untuk kemudian merumuskan rekomendasi akhir. Hasil audit ini akan menjadi peta jalan (roadmap) bagi PLN untuk memperkuat sistem pengamanan secara berkelanjutan.
Kegiatan Wasdal ini menegaskan bahwa pengamanan objek vital nasional di Indonesia tidak lagi bertumpu pada prosedur rutin, melainkan pada implementasi dan evaluasi yang konsisten. Polri dan pengelola objek vital nasional terus bersinergi guna memastikan ketahanan nasional dalam sektor energi tetap terjaga dan terlindungi dari ancaman apa pun yang membahayakan kepentingan bangsa.[]











