SEANTERONEWS.com – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Muhammad Falah, menyatakan dukungannya terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua. Menurutnya, PSN merupakan instrumen penting bagi pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan konektivitas di wilayah Indonesia Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan Falah dalam diskusi publik bertajuk “Papua dalam Problematika Pembangunan Nasional” yang digelar oleh Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Falah menekankan bahwa keberhasilan PSN di Papua tidak boleh hanya dinilai dari selesainya struktur fisik seperti jalan, jembatan, atau pelabuhan. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah sejauh mana infrastruktur tersebut mampu mengonversi peluang ekonomi menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat lokal.
“Pembangunan fisik harus berbanding lurus dengan meningkatnya akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, serta terbukanya lapangan kerja. Infrastruktur hanya akan menjadi cangkang kosong jika tidak diikuti oleh kemajuan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya,” jelas Falah yang juga merupakan mahasiswa akhir program studi Geografi UNJ tersebut.
Dalam diskusi tersebut, Falah menyoroti pentingnya pendekatan partisipatif dalam setiap proyek pemerintah. Ia mengusulkan agar masyarakat lokal dilibatkan secara aktif sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Hal ini dinilai krusial agar pembangunan tetap selaras dengan kondisi geografis serta menghormati nilai-nilai budaya setempat.
Menurutnya, kebijakan yang bersifat seragam (one size fits all) sering kali tidak efektif untuk Papua yang memiliki keragaman sosial dan geografis yang kompleks. Pemerintah perlu menyesuaikan pendekatan pembangunan di setiap wilayah berdasarkan karakteristik spesifik daerah tersebut.
Selain memberikan masukan, Falah juga mengajak rekan-rekan mahasiswa serta akademisi untuk aktif mengawal jalannya PSN. Ia menilai bahwa riset berbasis data lapangan sangat diperlukan untuk memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih solutif bagi pemerintah.
“Sinergi antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan organisasi sipil adalah modal utama. Kami tidak hanya mendukung pembangunan, tapi juga mengawalnya agar berjalan tepat sasaran dan berkeadilan,” tegas Falah.
Di akhir diskusi, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat Papua sebagai agenda bersama. Dukungan terhadap pembangunan di tanah Papua merupakan wujud tanggung jawab nasional agar pemerataan kesejahteraan yang selama ini dicita-citakan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Papua secara berkelanjutan.[]











