SEANTERONEWS.com – Aksi beli masif dari para investor mewarnai penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia pada Selasa (21/7/2026). Tiga emiten berkapitalisasi pasar jumbo, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), berhasil menjadi motor penggerak pasar dengan lonjakan harga yang signifikan.
Data perdagangan menunjukkan ketiga saham tersebut mencatatkan aktivitas yang sangat intens hingga menit-menit akhir penutupan:
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Emiten energi terbarukan ini ditutup menguat 4,00 persen ke level Rp3.500 per saham. Dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp468,22 triliun, BREN mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp315,50 miliar dari 19.810 kali frekuensi transaksi. Saham ini tercatat memiliki PE Ratio 202 kali dengan EPS Rp17,47.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Menjadi emiten dengan kenaikan paling tajam, DSSA melesat 15,00 persen ke posisi Rp940. Saham ini menjadi yang paling likuid secara nilai transaksi dengan perputaran dana mencapai Rp1,80 triliun melalui 152.020 kali transaksi. DSSA kini memiliki nilai pasar Rp145,45 triliun dengan PE Ratio 41 kali.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Emiten tambang emas dan tembaga ini menguat solid sebesar 7 persen ke level Rp4.290 per saham. AMMN membukukan nilai transaksi Rp596,70 miliar dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp310,65 triliun. AMMN mencatatkan fundamental yang kuat dengan EPS mencapai Rp126,70.
Pergerakan ketiga saham ini mencerminkan dinamika pasar yang sangat menarik. DSSA berhasil mencatatkan diri sebagai saham dengan laju kenaikan tertinggi sekaligus menjadi yang paling likuid dari sisi perputaran dana. Sementara itu, AMMN menunjukkan keunggulan fundamental melalui earning per share (EPS) yang solid, menjadikannya pilihan bagi investor yang mengedepankan profitabilitas. Di sisi lain, BREN tetap menjadi jangkar utama yang kokoh bagi pergerakan indeks harga saham gabungan.
Kenaikan serentak ketiga emiten ini memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar di tengah fluktuasi ekonomi. Momentum lonjakan harga menjelang penutupan pasar ini diprediksi akan menjadi acuan utama bagi investor dalam menguji ketahanan portofolio mereka pada sesi perdagangan esok hari.
Keberhasilan BREN, DSSA, dan AMMN dalam menarik minat beli yang tinggi menegaskan bahwa sektor energi, infrastruktur, dan pertambangan masih menjadi daya tarik utama bagi pemodal untuk mendulang keuntungan di pasar modal Indonesia.[]











