SEANTERONEWS.com – Pengguna setia Apple Music harus merogoh kocek lebih dalam. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut resmi menaikkan tarif langganan layanan musik mereka untuk pertama kalinya sejak akhir 2022. Tidak hanya layanan musik mandiri, paket bundling Apple One juga ikut mengalami penyesuaian harga di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan kawasan Uni Eropa.
Rincian Kenaikan Tarif
Berdasarkan pengumuman terbaru, paket Individual Apple Music di AS kini dibanderol 11,99 dolar AS, naik dari harga sebelumnya sebesar 10,99 dolar AS per bulan. Kenaikan yang lebih signifikan terjadi pada paket Family yang melonjak menjadi 19,99 dolar AS, sementara paket Student kini menjadi 6,99 dolar AS.
Kenaikan harga juga menyentuh paket bundling Apple One. Meski paket Individual tetap di harga 19,95 dolar AS, paket Family kini naik menjadi 27,95 dolar AS dan paket Premier naik menjadi 39,95 dolar AS. Apple menyatakan bahwa keputusan ini diambil menyusul peningkatan biaya lisensi konten yang harus dibayarkan kepada pemilik hak cipta.
Tren Industri: Fenomena “Streamflation”
Apple bukan satu-satunya raksasa yang melakukan penyesuaian tarif. Industri layanan streaming musik saat ini memang tengah dilanda gelombang kenaikan harga atau yang sering disebut sebagai “streamflation”.
Sebagai perbandingan, Spotify telah lebih dulu menaikkan harga paket Premium mereka ke angka 12,99 dolar AS pada Februari lalu. Sementara itu, YouTube Music juga telah menyesuaikan harga paket Individual mereka ke 11,99 dolar AS sejak April lalu.
Fenomena ini mencerminkan kondisi pasar yang menantang. Data dari Bureau of Labor Statistics menunjukkan bahwa inflasi layanan streaming mencapai 20% pada Desember 2025. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kategori barang lainnya, bahkan lima kali lebih cepat daripada kenaikan harga kebutuhan pokok seperti makanan dan utilitas.
Dampak bagi Konsumen
Hampir seluruh penyedia layanan streaming utama termasuk Netflix, HBO Max, Prime Video, hingga Disney+ telah mengumumkan kenaikan harga dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Bagi konsumen, fenomena streamflation ini menuntut pengelolaan anggaran berlangganan yang lebih selektif.
Meskipun Apple masih menawarkan harga yang sedikit lebih kompetitif dibandingkan beberapa pesaing di paket tertentu, kenaikan ini tetap menjadi beban tambahan bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan ekosistem digital. Seiring dengan terus naiknya biaya operasional dan lisensi konten, para ahli industri memprediksi tren kenaikan harga ini kemungkinan besar masih akan berlanjut ke wilayah lainnya di luar AS dan Eropa dalam waktu dekat.[]











