SEANTERONEWS.com – Indonesia dan Turkmenistan resmi membuka lembaran baru dalam hubungan bilateral melalui penyelenggaraan The 1st Senior Official Political Consultation (Pertemuan Konsultasi Politik Tingkat Pejabat Senior) yang berlangsung di Jakarta, Selasa (14/7/2026). Forum perdana ini menjadi tonggak strategis dalam mempererat kemitraan di bidang politik, ekonomi, hingga sosial budaya.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Santo Darmosumarto, sementara Turkmenistan diwakili oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Ahmet Gurbanov.
Fokus Kerja Sama Hukum dan Ekonomi
Pertemuan tersebut menjadi ajang peninjauan implementasi berbagai perjanjian bilateral sekaligus komitmen percepatan instrumen hukum. Kedua negara sepakat untuk segera menuntaskan perjanjian terkait pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, kerja sama kejaksaan, serta pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Di sektor ekonomi, energi diposisikan sebagai pilar strategis. Keduanya sepakat memperdalam kolaborasi di seluruh rantai nilai energi, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga alih teknologi. Sebagai langkah konkret, Indonesia dan Turkmenistan mendorong partisipasi aktif pelaku usaha melalui sinergi antara KADIN Indonesia dan Kamar Dagang Turkmenistan dalam forum bisnis seperti Trade Expo Indonesia 2026 dan Turkmenistan Investment Forum (TIF).
Semangat Bandung dan Kerja Sama Selatan-Selatan
Dirjen Santo Darmosumarto menekankan bahwa kemitraan ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat Kerja Sama Selatan-Selatan. Menurutnya, sinergi antara politik luar negeri Bebas Aktif Indonesia dan kebijakan netralitas permanen Turkmenistan sangat relevan untuk menciptakan tatanan global yang lebih inklusif.
“Semangat Bandung harus melampaui simbolisme sejarah menjadi kerangka kerja nyata bagi Kerja Sama Selatan-Selatan, guna memperkuat perdamaian, pembangunan berkelanjutan, serta solidaritas kemanusiaan,” tegas Santo dalam sambutannya.
Konektivitas dan Stabilitas Kawasan
Selain kerja sama ekonomi, kedua negara memperluas kolaborasi pada sektor pendidikan tinggi dan pariwisata melalui kemitraan antarkampus serta program beasiswa. Dalam aspek geopolitik, Indonesia menyambut baik ketertarikan Turkmenistan untuk memperkuat keterlibatan dengan ASEAN, terutama melalui aksesi terhadap Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC).
Pertemuan ini diakhiri dengan pertukaran pandangan mengenai dinamika keamanan di Asia Tenggara, Asia Tengah, hingga Timur Tengah. Indonesia dan Turkmenistan menegaskan komitmen bersama untuk mengedepankan dialog dan penghormatan terhadap hukum internasional demi menjaga stabilitas kawasan maupun dunia.[]











