PIDIE – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Pidie menyatakan dukungan penuh terhadap langkah taktis Bupati Pidie, Sarjani, dalam memperjuangkan status penegerian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Hilal Sigli menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Al Hilal Negeri.
Dukungan terbuka tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan YARA Pidie, Junaidi, S.H. Ia menilai bahwa komitmen nyata dari Bupati Sarjani mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) lewat investasi jangka panjang di sektor pendidikan tinggi.
Menurut Junaidi, perjuangan menghadirkan perguruan tinggi Islam negeri di Kabupaten Pidie merupakan dambaan kolektif warga setempat yang telah lama dinantikan. Kini, harapan tersebut mulai menemukan titik terang yang konkret berkat langkah akseleratif bupati.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Sarjani yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam memperjuangkan penegerian Al Hilal Sigli. Langkah ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Pidie benar-benar menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan daerah,” terang Junaidi, Sabtu (11/7/2026).
Selaras dengan Visi TAPUGA Pidie
Junaidi mengimbuhkan bahwa langkah perubahan status kampus ini sangat selaras dengan visi-misi pembangunan daerah yang tertuang dalam program “TAPUGA Pidie”. Fokus program ini menitikberatkan pada peningkatan standar pendidikan, pengokohan kapasitas SDM, serta perwujudan pembangunan wilayah yang terarah dan berkelanjutan.
“Visi dan misi TAPUGA Pidie kini mulai dijawab dengan kerja nyata. Apa yang selama ini menjadi harapan masyarakat perlahan diwujudkan. Kami optimistis perjuangan ini akan membawa manfaat besar bagi generasi muda Pidie di masa depan,” tambahnya.
Guna menyukseskan program bersejarah ini, YARA mengimbau seluruh elemen masyarakat, tokoh ulama, kalangan akademisi, serta ikatan alumni Al Hilal untuk bersatu memberikan dukungan moral dan administratif demi tercapainya transformasi status menuju IAIN Al Hilal Negeri.
Kehadiran perguruan tinggi negeri kelak dipercaya mampu memperluas akses bangku kuliah bagi keluarga kurang mampu di daerah perbatasan, memicu geliat riset ilmiah lokal, serta menstimulus pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pendidikan tinggi yang andal.[]











