Meta resmi memulai uji coba layanan langganan premium terbaru bertajuk Instagram Plus. Langkah ini mengonfirmasi rencana besar perusahaan untuk melakukan monetisasi lebih dalam pada ekosistem media sosialnya, setelah sebelumnya sukses dengan layanan Meta Verified.
Berbeda dengan Meta Verified yang menyasar kreator dan bisnis melalui lencana biru, Instagram Plus dirancang khusus bagi pengguna harian yang menginginkan kendali lebih besar atas interaksi dan privasi mereka di platform tersebut.
Fitur Eksklusif: Intip Story Tanpa Jejak
Salah satu fitur paling kontroversial sekaligus menarik dari Instagram Plus adalah kemampuan untuk melihat Story tanpa diketahui oleh pengunggah (anonymous viewing). Selain itu, pelanggan juga diberikan akses untuk mengetahui berapa kali Story mereka telah ditonton ulang oleh orang lain.
Meta juga menyertakan sejumlah fitur manajemen konten dan interaksi baru, di antaranya:
Daftar Audiens Tak Terbatas: Pengguna dapat membuat banyak grup pengikut untuk membagikan Story tertentu, melampaui fitur Close Friends yang ada saat ini.
Perpanjangan Durasi: Story dapat diperpanjang hingga 48 jam (24 jam tambahan dari durasi normal).
Fitur Spotlight: Pelanggan dapat menonjolkan satu Story per minggu agar muncul di barisan paling depan pada tray pengikut untuk meningkatkan visibilitas.
Interaksi & Pencarian: Fitur “Superlike” beranimasi dan kolom pencarian pada daftar penonton Story untuk mempermudah melacak akun spesifik.
Harga Terjangkau di Pasar Uji Coba
Berdasarkan laporan pengguna di media sosial, uji coba ini terpantau sedang berlangsung di tiga negara: Meksiko, Jepang, dan Filipina. Harga yang ditawarkan cukup bervariasi namun cenderung ekonomis:
Meksiko: Sekitar MX$39 (± Rp35.000) per bulan.
Jepang: Sekitar ¥319 (± Rp32.000) per bulan.
Filipina: Sekitar PHP 65 (± Rp17.000) per bulan.
Strategi harga ini menunjukkan upaya Meta untuk menjangkau basis pengguna luas sebelum nantinya kemungkinan besar akan diluncurkan di pasar yang lebih besar seperti Amerika Serikat atau Indonesia.
Menantang Fenomena Subscription Fatigue
Keputusan Meta ini mengikuti jejak sukses Snapchat+ yang telah meraup lebih dari 25 juta pelanggan dengan biaya $3,99 per bulan. Meski pasar langganan media sosial terbukti nyata, Meta menghadapi tantangan berupa “kelelahan langganan” (subscription fatigue) di masyarakat.
Sejumlah pengguna mulai menyuarakan ketidaksenangan mereka di platform X (dahulu Twitter), berargumen bahwa fitur-fitur dasar yang seharusnya gratis kini mulai “dikunci” di balik tembok berbayar. Namun, Meta menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan pengujian lebih lanjut sebelum memutuskan untuk melakukan peluncuran global secara menyeluruh.[]











