JAKARTA – Kementerian Haji (Kemenhaj) melakukan pembelian besar-besaran bumbu Nusantara produksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memenuhi kebutuhan dapur haji. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas konsumsi jemaah sekaligus mendukung pemberdayaan UMKM dalam negeri.
Bumbu Nusantara tersebut akan digunakan dalam proses pengolahan makanan bagi jemaah haji Indonesia, khususnya di dapur-dapur haji yang beroperasi selama musim haji. Penggunaan bumbu khas Indonesia dinilai mampu menyesuaikan cita rasa masakan dengan lidah jemaah, sehingga asupan makanan lebih terjaga.
Kemenhaj menilai keterlibatan UMKM dalam rantai pasok penyelenggaraan haji merupakan langkah strategis. Selain memperkuat ekonomi lokal, kebijakan ini juga membuka peluang bagi produk UMKM untuk menembus pasar berskala besar dan berstandar internasional.
Pihak kementerian memastikan bumbu yang dibeli telah melalui proses seleksi ketat, baik dari sisi kualitas, higienitas, maupun standar keamanan pangan. Hal ini dilakukan untuk menjamin kesehatan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah haji. Kemenhaj.id
Ke depan, Kemenhaj berkomitmen terus memperluas partisipasi UMKM dalam berbagai kebutuhan operasional haji. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia.[]










