INTERNASIONAL

Gawat! Suhu Australia Tembus 49°C, Pecahkan Rekor Abadi

Australia membara! Kota Ouyen di Victoria catat suhu ekstrem 49°C, memecahkan rekor sejarah. Simak dampak ngeri gelombang panas dan kebakaran hutan di sini!

Banda Aceh – Australia tengah dicengkeram oleh gelombang panas ekstrem yang disebut sebagai salah satu yang terparah dalam sejarah modern negara tersebut. Di kota kecil Ouyen, wilayah barat laut Victoria, merkuri pada termometer melonjak hingga angka yang mencengangkan, yakni 49 derajat Celsius (120,2 Fahrenheit), pada Selasa (27/01/2026).

Suhu mematikan ini tidak hanya melampaui catatan lokal, tetapi juga secara resmi menjadi suhu tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah negara bagian Victoria, memicu peringatan darurat nasional bagi penduduk dan sektor pertanian.

“Seperti Berdiri di Depan Oven”: Kesaksian Warga

Bagi sekitar 1.000 penduduk Ouyen, panas kali ini terasa berbeda. Suasana kota berubah menjadi “kota hantu” karena warga terpaksa mengungsi ke ruangan berpendingin udara (AC).

  • Efek Shimmering: Udara yang sangat panas menciptakan efek bayangan perak di cakrawala, menipu mata dengan fatamorgana air di tanah yang sudah berminggu-minggu tidak tersentuh hujan.

  • Tekanan pada Petani: Para petani generasi keempat di wilayah Mallee mengungkapkan kekhawatiran mendalam. Tanpa hujan sejak sebelum Natal, tanaman pangan terancam gagal total akibat tanah yang mengering dan “terbakar” matahari.

  • Dampak Satwa: Dilaporkan ribuan satwa liar ditemukan mati akibat dehidrasi cepat dan suhu yang merusak habitat alami mereka dalam waktu singkat.

Kombinasi Maut: Heatwave dan Risiko Kebakaran

Biro Meteorologi Australia (BoM) memperingatkan bahwa fenomena ini dipicu oleh “Heat Dome” (kubah panas) yang memerangkap udara panas di atas wilayah tenggara. Kondisi ini diperparah oleh:

  1. Total Fire Ban: Larangan total menyalakan api diberlakukan di seluruh negara bagian Victoria karena risiko kebakaran hutan yang berada pada level “ekstrem”.

  2. Krisis Listrik: Lonjakan penggunaan AC menyebabkan lebih dari 80.000 pelanggan mengalami pemadaman listrik akibat beban jaringan yang berlebih.

  3. Bahaya Kesehatan: Otoritas medis mendesak warga untuk mewaspadai gejala heatstroke, seperti pusing, mual, dan kulit kemerahan, yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Melbourne Hadapi Hari Terpanas dalam 17 Tahun

Tidak hanya wilayah pedalaman, kota besar seperti Melbourne juga merasakan dampaknya dengan suhu mencapai 45°C. Turnamen tenis Australian Open terpaksa memberlakukan protokol panas ekstrem, menutup atap stadion, dan menunda sejumlah pertandingan di lapangan terbuka demi keselamatan pemain dan penonton.

Para ahli iklim memperingatkan bahwa intensitas gelombang panas di Australia kini menjadi lima kali lebih mungkin terjadi akibat pemanasan global, memaksa masyarakat untuk beradaptasi dengan realitas “normal baru” yang membara.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts