BREAKING

SPORT

Final AFCON Panas! Senegal Protes Keras Maroko Tak Fair Play

Jelang final AFCON 2026, Timnas Senegal layangkan protes pedas soal perlakuan tuan rumah Maroko. Dari isu keamanan hingga sabotase latihan! Simak detailnya!

SEANTERONEWS.com – Atmosfer menjelang partai puncak Piala Afrika (AFCON) 2026 antara Senegal melawan tuan rumah Maroko mendadak tegang. Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) secara resmi melayangkan kritik tajam terhadap penyelenggara, menuding adanya upaya sistematis yang merusak prinsip fair play dan keadilan bagi tim tamu menjelang laga final yang dijadwalkan pada Minggu malam waktu setempat.

Dalam pernyataan resminya per 17 Januari 2026, kubu Teranga Lions mengungkapkan serangkaian kendala yang dianggap sebagai bentuk “sabotase halus” terhadap persiapan Sadio Mane dkk.

Protes Senegal tidak main-main. Mereka merinci beberapa poin kegagalan logistik yang dianggap sangat merugikan mental dan fisik pemain:

Kontingen Senegal mengeluhkan tidak adanya pengawalan keamanan yang memadai saat tim tiba di stasiun kereta Rabat, yang menyebabkan pemain terpapar kerumunan massa yang berisiko.

FSF menolak mentah-mentah instruksi untuk berlatih di Kompleks Mohammed VI. Alasan mereka? Fasilitas tersebut merupakan “markas utama” timnas Maroko, yang dianggap melanggar etika keadilan olahraga.

Senegal mengaku harus melayangkan protes keras melalui surat resmi hanya untuk mendapatkan fasilitas hotel bintang 5 yang layak, setelah sebelumnya diberikan opsi yang jauh di bawah standar atlet profesional.

FSF mengecam kuota tiket VVIP yang sangat minim (hanya 2 tiket) bagi delegasi resmi mereka, padahal permintaan dari pendukung Senegal melonjak drastis.

Tudingan ini mencoreng citra Maroko yang sejatinya telah dipuji atas kemegahan stadion dan infrastrukturnya. Namun, ini bukan pertama kalinya Maroko diterpa isu miring. Sebelumnya, pelatih Walid Regragui sempat membantah keras adanya bias wasit yang menguntungkan tim tuan rumah selama turnamen berlangsung.

Meskipun diselimuti konflik di luar lapangan, pertandingan ini tetap diprediksi menjadi salah satu final terbaik dalam sejarah AFCON:

Senegal (Sang Juara Bertahan): Membawa pengalaman mental juara dengan fisik pemain yang sangat dominan. Namun, mereka harus berjuang tanpa kapten Kalidou Koulibaly yang absen akibat akumulasi kartu.

Maroko (Ambisi Tuan Rumah): Didukung oleh ribuan suporter fanatik dan kreativitas lini tengah yang dimotori Brahim Diaz. Atlas Lions berambisi mengakhiri puasa gelar kontinental selama 50 tahun.

Senegal mendesak CAF untuk segera mengambil tindakan korektif demi menjaga integritas turnamen. Mereka memperingatkan bahwa jika masalah ini tidak segera diselesaikan, hal itu dapat merusak semangat sportivitas di final terbesar sepak bola Afrika tersebut.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts