SEANTERONEWS.com — Arus lalu lintas di Tol Jakarta–Cikampek berubah menjadi seperti “neraka” saat libur panjang, menyusul lonjakan volume kendaraan yang sangat tinggi. Kondisi ini membuat pengelola jalan dan kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow hingga KM 65.
Kepadatan kendaraan mulai terlihat sejak pagi hari dan terus meningkat seiring banyaknya masyarakat yang memanfaatkan libur panjang untuk bepergian ke luar kota.
Kemacetan panjang terjadi di sejumlah titik, dengan laju kendaraan tersendat bahkan sempat berhenti di beberapa ruas tol utama.
Sebagai langkah antisipasi, contraflow diberlakukan untuk menambah kapasitas lajur menuju arah timur agar arus kendaraan tetap bergerak.
Penerapan contraflow dilakukan secara situasional dan dapat diperpanjang atau dihentikan menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan.
Petugas gabungan dari kepolisian dan pengelola tol terus disiagakan untuk mengatur arus serta memastikan keselamatan pengguna jalan.
Pengendara diminta mematuhi rambu dan arahan petugas, mengingat lajur contraflow memiliki batas ruang yang lebih sempit dari kondisi normal.
Selain kemacetan di jalur utama, sejumlah rest area di sepanjang Tol Cikampek juga mengalami antrean panjang akibat tingginya volume kendaraan.
Pengguna jalan tol diimbau menyiapkan kondisi kendaraan, memastikan bahan bakar cukup, serta menjaga stamina selama perjalanan.
Kondisi padat ekstrem ini diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir masa libur panjang, terutama pada jam-jam puncak.
Pihak berwenang akan terus memantau situasi lalu lintas dan menyesuaikan rekayasa arus demi menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna tol.[]









