SEANTERONEWS.com – Ford secara resmi mengumumkan strategi ambisius untuk kembali merajai lintasan balap ketahanan paling bergengsi di dunia, 24 Hours of Le Mans. Berbeda dengan tren pabrikan lain yang beralih ke mesin berkapasitas kecil, Ford memilih jalur ekstrem dengan mengandalkan jantung pacu Coyote V8 yang dipadukan dengan teknologi Hybrid.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Ford menegaskan bahwa di ajang balap ketahanan, reliabilitas adalah kunci utama yang tidak bisa dikompromikan.
Ford ingin membuktikan bahwa platform mesin produksi masal mereka mampu menaklukkan siksaan 24 jam nonstop di sirkuit de la Sarthe.
Mesin V8 Coyote telah menjadi tulang punggung Ford selama bertahun-tahun. Keandalannya dalam menangani beban tinggi menjadikannya kandidat sempurna untuk balap ketahanan.
Penambahan sistem hybrid tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi bahan bakar, tetapi juga memberikan lonjakan torsi instan saat keluar dari tikungan tajam.
Selain performa, suara menggelegar V8 khas Amerika diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar di tribun penonton.
Banyak kompetitor memilih mesin small-displacement dengan turbo ganda. Namun, Ford memiliki pandangan berbeda:
Mesin V8 naturally aspirated (sebelum ditambah sistem hybrid) cenderung lebih mudah mengelola suhu panas dibandingkan mesin turbo yang bekerja ekstra keras selama 24 jam.
Semakin sedikit komponen kompleks pada blok mesin utama, semakin kecil kemungkinan terjadinya kegagalan teknis fatal di tengah balapan.
Ford ingin menunjukkan koneksi langsung antara mobil balap mereka dengan mobil yang bisa dibeli konsumen di showroom, seperti Ford Mustang.

Kembalinya Ford dengan mesin V8 ke Le Mans membawa memori kolektif terhadap kejayaan Ford GT40 di era 1960-an saat menumbangkan dominasi Ferrari. Dengan regulasi Hypercar terbaru, Ford merasa inilah saat yang tepat untuk membuktikan bahwa teknologi “otot” Amerika masih relevan di era elektrifikasi.
“Kami tidak hanya ingin cepat dalam satu putaran, kami ingin tetap melaju kencang saat yang lain mulai melambat karena kendala teknis. Itulah mengapa reliabilitas menjadi harga mati bagi kami,” ungkap perwakilan tim teknis Ford Performance.
Mobil balap bertenaga monster ini dijadwalkan memulai debut tes resminya dalam waktu dekat sebelum terjun sepenuhnya ke kejuaraan dunia ketahanan (WEC). Para pecinta otomotif kini menanti apakah racikan V8 Hybrid ini mampu mengantarkan Ford kembali ke podium tertinggi.[]









