BREAKING

NASIONAL

Densus 88 Polri Identifikasi 70 Anak di 19 Provinsi Terpapar Paham Ekstremisme

SEANTERONEWS.com — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap temuan mengejutkan terkait paparan paham ekstremisme di kalangan anak-anak. Sebanyak 70 anak di 19 provinsi di Indonesia teridentifikasi telah terpapar ideologi ekstrem yang berpotensi mengarah pada tindakan terorisme.

Paparan tersebut terungkap melalui proses pemantauan, pendampingan, serta hasil asesmen yang dilakukan Densus 88 dalam beberapa tahun terakhir terhadap keluarga dan lingkungan yang memiliki keterkaitan dengan jaringan ekstremisme.

Densus 88 menyebut, anak-anak tersebut umumnya terpapar melalui lingkungan terdekat, seperti orang tua, keluarga inti, atau komunitas yang menganut paham radikal. Proses indoktrinasi kerap dilakukan sejak usia dini.

Selain faktor keluarga, akses terhadap konten digital juga menjadi salah satu jalur utama penyebaran paham ekstremisme kepada anak-anak, terutama melalui media sosial dan platform komunikasi tertutup.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa anak-anak yang teridentifikasi tidak diperlakukan sebagai pelaku kejahatan, melainkan sebagai korban paparan ideologi ekstrem, sehingga pendekatan yang dilakukan bersifat perlindungan dan pemulihan.

Program deradikalisasi dan rehabilitasi psikososial pun menjadi fokus utama dalam penanganan kasus ini, dengan melibatkan berbagai pihak seperti kementerian terkait, psikolog, pendidik, dan tokoh masyarakat.

Densus 88 juga menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam mencegah penyebaran paham ekstremisme, terutama dengan membangun pola asuh yang terbuka serta pengawasan terhadap aktivitas digital anak.

Temuan ini menjadi peringatan serius bahwa ekstremisme tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga mulai menyentuh kelompok usia rentan yang masih dalam tahap perkembangan karakter dan pemahaman.

Polri mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan indikasi penyebaran paham radikal di lingkungan sekitar, khususnya yang melibatkan anak-anak dan remaja.

Upaya pencegahan ekstremisme, menurut Densus 88, harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan, dengan mengedepankan edukasi, literasi digital, serta penguatan nilai kebangsaan .apt.co

Kasus ini sekaligus menegaskan bahwa ancaman ekstremisme masih nyata dan membutuhkan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, serta masyarakat demi melindungi generasi muda Indonesia.[]

author avatar
vintech author

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts