NASIONAL

Prabowo Sindir Pakar “Omon-Omon” yang Doyan Ngarang di Media Sosial

SEANTERONEWS.com — Presiden RI Prabowo Subianto kembali menyindir sejumlah pakar yang dinilai kerap memberikan penilaian tanpa dasar di media sosial dan podcast. Sindiran ini dilontarkan saat ia menyampaikan pidato dalam Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung fenomena banyaknya narasumber yang ia sebut sebagai “pakar omon-omon” yang berbicara seolah tahu isi pikirannya. Ia menilai banyak komentar di ruang publik yang justru bersifat spekulatif dan tidak akurat.

“Dengan banyak podcast-podcast, banyak pakar itu bicara asal bicara,” ujar Prabowo sambil menyinggung bahaya narasi tak berdasar di media sosial. suara.com

Prabowo bahkan berseloroh bahwa untuk mengetahui apa isi pikirannya, ia hanya perlu mencari podcast yang membahas dirinya, karena sejumlah pakar sering mengklaim paham apa yang sedang dipikirkan kepala negara.

Sindiran itu juga disambut respons tawa dari audiens yang hadir dalam acara tersebut karena gaya Prabowo yang menyindir sambil bercanda. Rmol.id

Selain itu, mantan Menteri Pertahanan ini juga menyinggung adanya kelompok yang nyinyir terhadap pemerintahannya. Ia menegaskan bahwa pemerintahannya memilih bekerja dengan bukti nyata, bukan sekadar teori atau komentar publik.

Ia mencontohkan salah satu target kerja pemerintah, seperti pencapaian swasembada pangan yang menurut dia telah berhasil dicapai tanpa impor beras pada 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menegaskan pentingnya persatuan nasional, serta mengimbau agar kritik disampaikan secara konstruktif, bukan sebagai bentuk fitnah atau spekulasi untuk menarik perhatian.

Pernyataan ini kemudian ramai dibagikan di media sosial dan menjadi topik perbincangan netizen. Sebagian menyetujuinya sebagai bentuk respons terhadap narasi viral, sementara yang lain menilai perlu dipisahkan antara kritik dan fakta.

Pengamat politik menyebut sindiran itu mencerminkan respons pemerintah terhadap drajat bebas informasi di era digital dan tantangan moderasi dalam diskursus publik.

Meski demikian, Prabowo menekankan kembali bahwa kritik yang jujur dan berbasis fakta tetap diperlukan untuk kemajuan bangsa.[]

author avatar
vintech author

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts