SEANTERONEWS.com — Juru bicara Pemerintah Aceh menegaskan bahwa keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) sebagai relawan penanganan banjir tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). Bantuan yang disalurkan disebut murni berasal dari iuran sukarela serta dukungan pihak-pihak nonpemerintah.
Menurut juru bicara, partisipasi ASN dilakukan di luar jam kerja dan bersifat kemanusiaan. Mereka membantu mengevakuasi warga, membagikan logistik, serta mendampingi tim kesehatan di lokasi terdampak.
Ia menyebut, kesukarelaan tersebut sekaligus menunjukkan solidaritas internal aparatur. Semangat gotong royong ini dianggap perlu dipertahankan terutama saat bencana terjadi berulang.
Pemerintah Aceh, lanjutnya, tetap mengalokasikan anggaran resmi untuk penanganan bencana melalui jalur BPBA dan perangkat daerah terkait. Namun, aktivitas relawan ASN dipisahkan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.
Di lapangan, para relawan terlibat mendistribusikan makanan siap saji, selimut, hingga kebutuhan bayi. Mereka juga membantu mendirikan posko sementara bagi warga yang mengungsi. orinews.id
Beberapa wilayah yang terdampak banjir masih terisolasi karena akses jalan tergenang. Kehadiran relawan dinilai mempercepat pengiriman bantuan ke titik-titik yang sulit dijangkau.
Jubir menambahkan, setiap bentuk bantuan yang bersumber dari APBA tetap diaudit sesuai prosedur. Transparansi menjadi kunci agar masyarakat mengetahui penggunaan anggaran secara jelas.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyebut adanya penyalahgunaan dana. Klarifikasi resmi disebut akan disampaikan jika muncul isu yang membingungkan.
Sementara itu, warga yang menerima bantuan mengapresiasi kehadiran relawan. Mereka berharap pasokan bahan pokok tetap terjaga hingga kondisi kembali normal.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus memonitor perkembangan cuaca dan potensi banjir susulan. Kesiapsiagaan logistik dan tenaga lapangan dipastikan tetap siaga.
Ke depan, program mitigasi bencana dan perbaikan infrastruktur drainase akan diprioritaskan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir pada musim penghujan berikutnya.[]









