SEANTERONEWS.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, resmi menaikkan status siaga banjir menyusul tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Keputusan itu diambil setelah pemantauan menunjukkan adanya kenaikan signifikan pada muka air Sungai Ciujung.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengimbau masyarakat terutama yang tinggal di bantaran Sungai Ciujung untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta proaktif memantau kondisi air dan kesiapan evakuasi.
Pemantauan terbaru di sejumlah titik, termasuk Jembatan Dua Rangkasbitung, mencatat muka air mencapai sekitar 500 centimeter. Sementara debit aliran sungai juga mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan. Koran Jakarta ®
BPBD memperingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi pada sore, malam, hingga dini hari ke depan. Hal ini diperkirakan dapat memperparah risiko luapan sungai di wilayah rawan.
Selain Sungai Ciujung, beberapa anak sungai di wilayah Kabupaten Lebak juga berkontribusi terhadap kenaikan muka air. Keadaan ini membuat beberapa permukiman di dataran rendah mulai tergenang.
Pemerintah daerah dan BPBD terus memantau perkembangan cuaca bersama dengan BMKG untuk memastikan langkah antisipatif dapat dilakukan secara cepat.
Masyarakat diminta menyiapkan dokumen penting serta barang berharga di tempat yang lebih tinggi sebagai bagian dari kesiapsiagaan bila banjir terjadi.
Sejumlah wilayah yang dikenal sebagai langganan banjir di Kabupaten Lebak kini mulai memperhatikan kemungkinan genangan air di pemukiman.
BPBD juga meningkatkan koordinasi dengan relawan, aparat desa, dan instansi terkait agar respons terhadap potensi bencana dapat berjalan efektif.
Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan besar. Namun kewaspadaan dini tetap dinilai penting untuk mencegah dampak lebih luas. Koran Jakarta ®
Warga diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG serta tidak terpengaruh oleh informasi tak terverifikasi. []









