SEANTERONEWS.com — Camat Ketambe menyatakan keprihatinan dan rasa miris atas berbagai tudingan yang disampaikan oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) terkait kinerja pemerintahan kecamatan. Ia menilai tuduhan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi dan upaya yang telah dilakukan pemerintah setempat.
Camat Ketambe menegaskan bahwa pihaknya selalu berupaya menjalankan tugas pemerintahan sesuai dengan aturan dan kewenangan yang berlaku. Ia menyayangkan tudingan yang dinilai disampaikan tanpa klarifikasi langsung atau dialog terlebih dahulu.
Menurutnya, pemerintah kecamatan terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat, termasuk dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Namun, kritik tersebut diharapkan disampaikan secara objektif dan disertai data yang jelas agar dapat ditindaklanjuti secara konstruktif.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah persoalan yang disorot oleh IPMAT Aceh Tenggara sebenarnya telah dan sedang dalam proses penanganan. Beberapa di antaranya membutuhkan koordinasi lintas sektor serta dukungan anggaran yang tidak bisa diselesaikan secara instan.
Camat Ketambe juga menekankan bahwa keterbatasan kewenangan di tingkat kecamatan kerap tidak dipahami secara utuh oleh publik. Banyak persoalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten atau instansi lain di luar kecamatan.
Meski demikian, ia mengaku tidak menutup diri terhadap kritik. Ia justru mengajak IPMAT Aceh Tenggara untuk duduk bersama dan berdiskusi secara terbuka guna mencari solusi terbaik bagi kepentingan masyarakat Ketambe.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah dan elemen masyarakat sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berlarut-larut. Ia menilai dialog lebih bermanfaat dibanding saling melontarkan tudingan di ruang publik.
Camat Ketambe juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperbaiki tata kelola pemerintahan di wilayahnya sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki.
Ia berharap IPMAT Aceh Tenggara dapat berperan sebagai mitra kritis yang memberikan kontribusi pemikiran dan gagasan, bukan hanya menyampaikan kritik yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
Di sisi lain, polemik ini menjadi perhatian publik dan memunculkan beragam tanggapan. Sebagian masyarakat berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara dewasa dan transparan.
Camat Ketambe menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah kecamatan adalah melayani masyarakat. Ia berharap semua pihak dapat mengedepankan kepentingan bersama demi kemajuan Ketambe dan Aceh Tenggara.[]









