INTERNASIONAL

China kini menguasai sekitar 70% dari produksi logam tanah jarang dunia

SEANTERONEWS.com – China kini menguasai sekitar 70% dari produksi logam tanah jarang dunia, sebuah komoditas penting yang digunakan dalam berbagai teknologi canggih seperti ponsel, kendaraan listrik, dan peralatan militer. Dominasi ini menjadikan China pemain utama dalam rantai pasokan global untuk bahan-bahan strategis tersebut.

Logam tanah jarang terdiri dari 17 unsur kimia yang memiliki sifat magnetik, luminesen, dan katalitik yang sangat dibutuhkan dalam industri teknologi tinggi. Negara-negara di seluruh dunia sangat bergantung pada pasokan dari China untuk memenuhi kebutuhan produksi mereka.

Para analis mengingatkan bahwa dominasi China di pasar ini menimbulkan risiko ketergantungan yang tinggi bagi negara-negara lain. Ketika pasokan terganggu, misalnya karena kebijakan ekspor yang ketat atau konflik geopolitik, dampaknya bisa sangat besar terhadap industri di negara-negara pengimpor.

Upaya untuk mengurangi ketergantungan pada China sudah mulai dilakukan oleh beberapa negara dengan cara mengembangkan sumber logam tanah jarang domestik maupun membentuk aliansi strategis dengan negara lain penghasil logam tersebut. Namun, proses ini memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Selain itu, China juga dikenal melakukan investasi besar dalam penambangan dan pengolahan logam tanah jarang, sehingga memperkuat posisi mereka dalam pasar global. Kebijakan pemerintah China yang mendukung sektor ini juga menjadi faktor penting di balik dominasi mereka.

Para pakar ekonomi menilai bahwa situasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi negara lain untuk meningkatkan kemampuan teknologi dan rantai pasokannya. Diversifikasi sumber dan inovasi dalam daur ulang logam tanah jarang dapat menjadi langkah strategis di masa depan.

Dengan penguasaan hampir 70% produksi global, China tetap menjadi pengendali utama di pasar logam tanah jarang, menempatkan negara lain pada posisi yang harus mengantisipasi risiko ketergantungan dan mencari solusi untuk menjaga keberlanjutan industri masing-masing.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts