BREAKING

NASIONAL

Viral! Bupati Labusel Joget dan Sawer Emak-Emak di Hajatan, Reaksi Publik Terbelah

Video Viral Bupati Feri Sahputra Bagikan Uang saat Pesta

SEANTERONEWS.com – Sebuah video viral memperlihatkan Bupati Labuhanbatu Selatan, Feri Sahputra Simatupang, menari energik sambil membagikan uang pecahan Rp50.000 kepada para emak-emak yang menghadiri hajatan pernikahan di Desa Hadundung, Kecamatan Kotapinang. Aksi ini langsung menjadi sorotan di media sosial, dan memicu perdebatan antara mereka yang melihat sebagai “uang rakyat kembali ke rakyat” dan yang mengkritik cara tersebut tidak pantas di era efisiensi anggaran.

Kontroversi di Kala Pemerintah Tegaskan Efisiensi

Video berdurasi lebih dari dua menit ini beredar luas di Facebook dan Twitter pada Sabtu malam. Banyak warganet yang menyindir aksi tersebut, menganggapnya sebagai politisasi saat pemerintah pusat dan daerah tengah menekankan anggaran harus digunakan secara hemat dan tepat sasaran. Bagi sebagian kritik, bentuk distribusi uang secara hiburan ini menyoroti ketidakpekaan terhadap kondisi fiskal pemerintah saat ini.

Simbolism dan Masker Kepemimpinan di Lapangan

Ada pula yang menyebut bahwa aksi tersebut mencerminkan budaya politik “pertunjukan” yang digunakan untuk dekat dengan publik. Menteri di media sosial menyebut gaya itu simbol keakraban—namun tetap mengundang tanya apakah hal tersebut menjadi norma baru dalam bentuk populisme pejabat. Sebagian pihak lainnya menganggap bahwa gesture ini bisa dianggap sebagai bentuk “hatɪ untuk rakyat,” meski ditemani unsur hiburan.

Bupati Feri Pilih Bungkam di Tengah Gelombang Publikasi

Sampai berita ini ditulis, Feri Sahputra tidak memberikan pernyataan resmi terkait video tersebut. Sikap diamnya memicu spekulasi lebih lanjut—apakah ini bagian dari strategi politik lokal atau ada alasan khusus yang membuatnya enggan menjelaskan konten viral tersebut.

Pergulatan Moral: Kedermawanan atau Hiburan Mahal?

Kasus ini mengundang refleksi bagaimana kedermawanan pejabat publik dipertontonkan. Di satu sisi, aksi memberi uang tunai bisa menghangatkan simpati. Namun, di sisi lain, publik menuntut pertanggungjawaban dan kehati-hatian dalam bertindak sebagai figur publik, terutama dengan kondisi ekonomi publik yang semakin sulit membuka ruang bagi pertunjukan semacam ini.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts