Kritik Tajam dari Deklarator KAMI di Tengah Situasi Ekonomi Genting
SEANTERONEWS.com – Pada diskusi yang digelar oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo tegas menyampaikan kritik pedas terhadap pemerintahan saat ini. Ia menyatakan, “Selamat kepada Bapak Jokowi yang bisa merusak negeri sangat luar biasa,” sebagai refleksi terhadap kondisi bangsa yang dianggap semakin rapuh dari berbagai sektor.
Lonjakan Ekonomi Goreng, Ketimpangan Semakin Dalam
Gatot menyoroti penurunan drastis dana daerah hingga 24%, keputusan yang menurutnya berpotensi menimbulkan bom waktu ekonomi. Ia menggarisbawahi dominasi pengusaha besar dalam perolehan kredit perbankan dan penguasaan kekayaan oleh 10% orang terkaya sebesar 49%. Ini menurutnya adalah dampak sistemik dari kebijakan neoliberalis yang selama puluhan tahun tidak memihak rakyat.
Kebijakan Tanpa Basis: Krisis Pangan dan Pertanian Terabaikan
Pernyataan Gatot juga menyentuh sektor pertanian—di mana petani rakyat kini hanya memiliki lahan kecil, sedangkan subsidi pupuk malah dinikmati oleh perkebunan besar. Ia menyebut bahwa, jika tak segera mereformasi model distribusi pupuk dan kebijakan pro petani, target kemandirian pangan akan sulit terwujud.
Massa Menggugat, tapi Suara Pemerintah Seolah Tak Terlihat
Melihat lonjakan kemarahan publik—yang menurut Gatot mencerminkan krisis kepercayaan—ia menilai pemerintah lebih banyak menghindar daripada memberikan solusi nyata. Bahkan kebijakan represif dipastikan menambah bahan bakar bagi amarah massa.
Gagasan KAMI: Reformasi Bukan Simbol, Tapi Agenda Nyata
Lewat kehadirannya di forum KAMI, Gatot mengingatkan bahwa reformasi tak cukup sekadar jargon. Dibutuhkan perbaikan institusional, transparansi anggaran, dan kebijakan publik berpihak rakyat. “Kita tidak di sini hanya untuk tunjuk simbol,” tegasnya. “Tujuan kami adalah membangun kesetaraan dan keadilan sistemik.”[]









