Gaza – Intensitas serangan Israel ke Gaza City meningkat tajam. Wilayah yang dulu padat kini telah berubah menjadi “fields of rubble”, dengan lebih dari 1.000 bangunan hancur, termasuk rumah-rumah penduduk dan kawasan hunian padat.
Serangan yang dilancarkan sejak pagi ini telah menewaskan sedikitnya 78 warga Gaza, termasuk 32 orang yang sedang mencari bantuan pangan. Di kawasan perumahan dekat rumah sakit Al-Quds dan Rimal, ledakan-ledakan menghantam, menimbulkan kebakaran di antara tenda-tenda bantuan dan menghancurkan struktur bangunan. Beberapa kantor pusat layanan warga juga hancur.
Para pejabat media pemerintah mengatakan Israel bahkan menggunakan robot peledak di lingkungan warga, menandakan aksi ini sebagai politik tanah hangus—di mana perusakan sistematik digunakan untuk melemahkan infrastruktur sipil dan memaksa warga mengungsi.
Sementara itu, penduduk Gaza City terus memilih bertahan di rumah meski kota telah diumumkan sebagai “zona pertempuran berbahaya”. Banyak yang menolak pengungsian ke selatan karena rasa tidak aman terhadap keselamatan dan ketersediaan logistik.[]









