Makassar – Kerusuhan yang terjadi saat demonstrasi di Jalan Andi Pangeran Pettarani berujung tragis: Gedung DPRD Kota Makassar terbakar hebat, menyebabkan empat orang tewas dan menghancurkan puluhan kendaraan dinas. Peristiwa ini menjadi sebuah tragedi besar dalam unjuk rasa yang meluas di sejumlah kota besar Indonesia.
Detak Tragedi: Dari Demonstrasi ke Bencana Nyata
Aksi massa yang awalnya dimaksudkan sebagai protes damai berubah menjadi kekerasan saat api melalap gedung DPRD. Panjangnya lansekap kekacauan menyebabkan beberapa orang luka-luka, serta terbakar dan hancurnya sejumlah aset publik dan kendaraan.
Rekap Korban & Dampak Kerusakan
-
Jumlah korban tewas diperkirakan empat orang, meski laporan awal menyebut tiga — kemungkinan memasukkan korban tambahan saat proses evakuasi.
-
Tak hanya manusia, sekitar 87 unit kendaraan dinas yang terparkir di halaman gedung berubah menjadi puing hangus sekaligus simbol kehancuran infrastruktur publik.
Penjarahan dan Kekosongan Aparat
Setelah kebakaran, suasana menjadi kacau saat banyak warga mengambil barang-barang di dalam gedung, termasuk onderdil kendaraan, elektronik, dan kompresor pendingin. Anehnya, aktivitas ini berlangsung tanpa pengawasan serius dari aparat—mengubah lokasi tragedi menjadi ajang penjarahan terbuka.
Suasana Pasca-kejadian: Dari Corong Tontonan hingga Zona Foto
Keadaan gedung pasca kebakaran berubah dramatis. Sementara sebagian menjadi tambal-tulis kerusakan, tak sedikit yang menjadikan lokasi sebagai tempat “wisata dadakan”, dengan masyarakat datang berfoto, membuat konten live, dan bahkan menyebarkan momen tragis ke media sosial.
Ringkasan Ringkas
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Korban Jiwa | Empat orang meninggal, data awal tiga |
| Kerusakan Aset | ±87 kendaraan dinas hangus terbakar |
| Penjarahan | Warga mengambil barang tanpa pengawasan |
| Suasana Pasca | Lokasi jadi tontonan dan pusat konten sosial |
Kesimpulan
Tragedi kebakaran Gedung DPRD Kota Makassar mencerminkan betapa cepat eskalasi sebuah demonstrasi bisa menghancurkan tatanan publik, merenggut nyawa, dan melemahkan kepercayaan terhadap aparat keamanan. Simak bagaimana pihak berwenang dan masyarakat merespons tragedi ini sebagai cermin ketegangan sosial yang tengah membara.[]











