SEANTERONEWS.com, 15 Agustus 2025 — Kapten tim nasional Mesir dan penyerang Liverpool, Mohamed Salah, secara terbuka mengecam UEFA karena dianggap mengaburkan fakta dalam penghormatan kepada legenda sepak bola Palestina, Suleiman al-Obeid, yang dijuluki “Palestinian Pele”.
UEFA sebelumnya mengunggah pesan di media sosial yang menyebut al-Obeid sebagai “talenta yang memberi harapan bagi banyak anak di masa tergelap”, namun tidak menjelaskan penyebab kematian sang pemain.
Salah: “Beri tahu kami bagaimana, di mana, dan mengapa dia meninggal”
Melalui akun media sosialnya, Salah menulis:
“Bisakah kalian memberitahu kami bagaimana dia meninggal, di mana, dan mengapa?”
Komentar tersebut langsung menjadi sorotan publik, memicu perdebatan global tentang transparansi informasi, terutama terkait korban sipil dalam konflik di Gaza.
Fakta di Balik Kematian Suleiman al-Obeid
Menurut Palestine Football Association (PFA), al-Obeid (41) tewas pada 6 Agustus 2025 di Rafah, Gaza selatan saat mengantri bantuan kemanusiaan. Keluarganya menyebut ia meninggal akibat pecahan peluru tank Israel yang menghantam lokasi distribusi bantuan.
PFA mencatat lebih dari 660 figur olahraga Palestina telah meninggal sejak awal konflik, setengahnya adalah pemain sepak bola.
Reaksi Dunia Sepak Bola
Banyak penggemar dan aktivis HAM mendukung pernyataan Salah, menilai UEFA gagal mengakui realitas lapangan. Media internasional seperti The Washington Post, Reuters, dan El País juga menyoroti pernyataan Salah yang mengingatkan dunia pada biaya kemanusiaan dari konflik bersenjata.
Siapa Suleiman al-Obeid?
Dikenal sebagai “Palestinian Pele”, al-Obeid merupakan bintang klub Gaza dan tim nasional Palestina. Kariernya dipenuhi gol penting dan dedikasi untuk menginspirasi generasi muda, bahkan di tengah blokade dan krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.[]










