INTERNASIONAL

Cina Ukir Sejarah: Dokter Sukses Operasi Pasien 5.000 Km Jarak Jauh via Satelit

Cina Jadi Negara Pertama Lakukan Operasi Bedah Jarak Jauh Gunakan Satelit Langkah revolusioner dalam dunia kedokteran dan teknologi komunikasi.

SEANTERONEWS.com – Cina mencatat sejarah sebagai negara pertama di dunia yang berhasil melakukan operasi bedah jarak jauh menggunakan koneksi satelit. Prosedur ini dilakukan oleh tim dokter dari Rumah Sakit Umum Tentara Pembebasan Rakyat (PLA General Hospital) di Lhasa, Tibet, terhadap dua pasien yang berada di Beijing, dengan jarak lebih dari 5.000 kilometer. Teknologi ini melibatkan satelit komunikasi Apstar-6D yang mengorbit pada ketinggian 36.000 km di atas permukaan bumi.

Dua pasien yang menjalani operasi masing-masing menderita kanker hati dan hemangioma hati. Operasi yang dilakukan berlangsung selama 105 hingga 124 menit dan berhasil tanpa komplikasi serius. Menariknya, volume perdarahan sangat kecil, hanya sekitar 20 mililiter. Keduanya diizinkan pulang dalam waktu kurang dari 24 jam pascaoperasi—menandakan keberhasilan dan keamanan prosedur ini secara klinis.

Keberhasilan operasi ini dimungkinkan berkat sistem bedah robotik canggih yang dikendalikan secara real-time. Untuk mengatasi tantangan latency (keterlambatan sinyal) akibat jarak dan penggunaan satelit, tim mengembangkan algoritma kompensasi adaptif dengan kecerdasan buatan yang mampu menjaga akurasi gerakan robot hingga kurang dari 0,32 milimeter. Sistem juga dilengkapi dengan jalur koneksi cadangan 5G yang akan aktif dalam 280 milidetik jika terjadi gangguan koneksi satelit.

Operasi ini juga menggunakan teknologi pengelolaan bandwidth dinamis yang secara otomatis mengutamakan perintah bedah dan aliran video resolusi tinggi. Dengan efisiensi yang mencapai penghematan 62% bandwidth, kualitas komunikasi tetap terjaga tanpa mengganggu keselamatan pasien. Hal ini membuktikan bahwa teknologi canggih dan konektivitas satelit kini dapat menjamin kestabilan prosedur medis berisiko tinggi.

Implikasi dari keberhasilan ini sangat besar. Teknologi telesurgery berbasis satelit berpotensi menjadi solusi layanan kesehatan di daerah terpencil, wilayah bencana, zona konflik, atau bahkan di luar angkasa. Sebelumnya, bedah jarak jauh hanya mengandalkan jaringan 5G dengan keterbatasan jarak hingga 5.000 km. Kini, Cina telah memperluas jangkauan hingga lebih dari 150.000 km, membuka cakrawala baru bagi dunia medis.

Ke depan, pemerintah Cina akan mengembangkan uji klinis lebih luas guna mengintegrasikan metode bedah satelit ini ke dalam sistem pelayanan kesehatan nasional. Inovasi ini menjadi bukti bahwa kombinasi teknologi komunikasi, kecerdasan buatan, dan robotika dapat melampaui batas fisik untuk menyelamatkan nyawa. Dengan pencapaian ini, Cina tidak hanya memimpin dalam teknologi medis tetapi juga memposisikan dirinya sebagai pelopor revolusi layanan kesehatan global.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts