Palangkaraya — Hujan deras selama 3 hari dilaporkan mengguyur sebagian besar wilayah di Palangka Raya, Kalimantan Tengah dan membuat kondisi kabut asap menurun.
Tak sedikit unggahan di berbagai platform media sosial yang membagikan langit cerah di Palangka Raya.
Namun, sejumlah unggahan terbaru menunjukkan kini kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terlihat.
“30 Okt 2026, Pukul 06.35 WIB di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ya Allah, berasap lagi, padahal udah kurang lebih 4 harian ini udara terasa segar tanpa asap,” tulis akun Threads @suharda_watii pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Ia membagikan suasana dari halaman rumahnya yang mulai terlihat kabut asap tipis.
Di sisi lain, meski hujan deras sempat turun berhari-hari, sejumlah unggahan dari petugas dan relawan mengungkapkan bahwa pendinginan pada lahan gambut yang terbakar masih terus dilakukan.
“Walaupun sudah turun hujan 3 hari berturut turut di Palangka Raya tapi masih banyak titik api yang menyala dikarenakan tanah gambut,” tulis akun Threads @djhrtn_nsa pada Kamis, 29 Oktober 2026.
“Walaupun api di atas sudah padam tapi di bawahnya bara masih menyala, itu yang menyebabkan api selalu ada,” imbuhnya.
Dalam utas lain, ia membagikan momen petugas tengah menyiram area hutan bekas terbakar di mana terlihat bagian tanah masih mengeluarkan api.
“Turunnya hujan bukan berarti semuanya padam dan selesai, tapi turunnya hujan pasti membawa angin yang cukup kencang dan membuat api menyala kembali, paling tidak harus 2 hari berturut-turut hujan deras agar air masuk sampai dasar tanah gambut,” jelasnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya juga mengingatkan kewaspadaan tentang titik api lahan gambut yang masih rawan terbakar.
“Setelah hujan turun, titik panas cenderung menurun. Beberapa titik api yang sebelumnya terpantau padam secara alami karena kondisi lahan sudah basah. Ini sangat membantu tugas personel di lapangan,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Pauzi dalam keterangannya kepada media di Palangka Raya pada Rabu 28 Oktober 2026 lalu.
Patroli satgas juga masih dilakukan untuk melakukan mitigasi dini serta memberikan respons cepat jika titik panas kembali menyala.
“Upaya mencegah api kembali muncul terus kami lakukan. Selain patroli dan sosialisasi, kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat titik api agar bisa cepat ditangani sebelum meluas,” pungkasnya.(*)










