ACEH

Belum Pulih dari Banjir Tahun Lalu, Kampung Badak Gayo Lues Kembali Terendam

Gayo Lues — Banjir yang menerjang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, berdampak pada 339 kepala keluarga (KK). Hingga Kamis, 29 Oktober 2026, air dilaporkan mulai surut, tetapi warga masih menghadapi dampak kerusakan dan lumpur di permukiman.

“Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Gayo Lues pada Rabu, 28 Oktober 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, mengakibatkan terjadinya bencana banjir dan angin puting beliung di sejumlah wilayah,” tulis Rofi Muntahar, Humas BPBA Aceh, dalam rilis resminya pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian warganet. Akun Threads @whikiddd mengunggah kekhawatirannya karena Kampung Badak kembali dilanda banjir, sementara warga disebut belum pulih dari bencana tahun sebelumnya.

Tanggul Sungai Jebol, 339 KK Terdampak

Banjir menggenangi Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, dan Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren. Tanggul sungai di Desa Badak dilaporkan jebol hingga air meluap ke permukiman dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.

Data sementara BPBA mencatat 284 KK di Desa Badak dan 55 KK di Desa Agusen terdampak. Jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan.

Dalam unggahannya pada Kamis, 29 Oktober 2026, akun @whikiddd menuliskan, “Mohon doanya Gayo Lues, Aceh tepat nya di kampung badak kembali banjir.”

“Ya Allah hati nggak tenang karena jaraknya dekat banget sama rumahku. Belum pulih dari tahun kemarin sudah diterjang banjir lagi,” lanjut akun tersebut.

Puting Beliung Rusak Rumah dan Rumah Sakit

Selain banjir, angin puting beliung melanda Desa Sangir dan Desa Pangur, Kecamatan Dabun Gelang. Dua rumah warga di Desa Pangur mengalami kerusakan pada bagian atap.

Angin kencang juga merusak bagian atap Rumah Sakit Umum Muhammad Ali Kasim. BPBD Kabupaten Gayo Lues mengerahkan tim Pusdalops-PB dan Tim Reaksi Cepat untuk memantau lokasi serta mendata dampak bencana.

Akses Jalan Kembali Pulih

Kementerian Pekerjaan Umum turut menangani dampak banjir di Desa Badak. Pada Kamis, 29 Oktober 2026, akses jalan Pining-Lokop dilaporkan kembali dapat dilalui setelah sebelumnya tertutup genangan.

Menteri PU Dody Hanggodo meminta penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, termasuk perbaikan tanggul dan normalisasi aliran sungai.

“Saya minta penanganan banjir bandang tidak dilakukan sepotong-sepotong,” kata Dody.

Meski air mulai surut, BPBA mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap hujan susulan, terutama di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan banjir. Hingga laporan BPBA disusun, belum terdapat laporan korban jiwa.(*)

image_print

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts