SEANTERONEWS.com – Samsung resmi memperkenalkan generasi terbaru ponsel lipatnya, Galaxy Z Fold 8, dalam ajang Galaxy Unpacked. Berbeda dengan siluet “panjang dan kurus” pada seri pendahulunya, Z Fold 8 hadir dengan desain yang lebih pendek dan lebar. Perubahan dimensi ini menjadi langkah strategis Samsung untuk memberikan pengalaman media yang lebih imersif dan kenyamanan multitasking yang lebih baik.
Desain dan Layar yang Lebih Proporsional
Perubahan fisik yang paling mencolok adalah rasio aspek 4:3 yang lebih lebar. Saat dilipat, ponsel ini memiliki lebar 3,22 inci, memberikan ruang horizontal yang lebih luas dibandingkan varian premiumnya, Galaxy Z Fold 8 Ultra. Penggunaan material Flex Titanium di bawah layar menjadi kunci sukses Samsung dalam meminimalisir guratan lipatan di tengah layar. Dalam pengujian hands-on, jejak lipatan yang biasanya menjadi keluhan utama pengguna ponsel lipat kini hampir tidak terlihat, bahkan saat dilihat dari berbagai sudut.
Desain engselnya pun kini lebih ergonomis dengan kontur tepi yang lebih dalam, membuat proses membuka ponsel terasa jauh lebih ringan dan mudah hanya dengan satu tangan. Dengan bobot 201 gram, perangkat ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ponsel lipat model buku paling ringan di dunia saat ini.
Performa dan Kecerdasan Buatan
Dapur pacu Galaxy Z Fold 8 mengandalkan Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5, chip yang sama dengan Galaxy S26 Ultra. Performa beastly dari NPU (Neural Processing Unit) chip ini dioptimalkan melalui fitur AI baru seperti Fan Cam, yang mampu melacak subjek secara otomatis dalam video, serta pembaruan Now Nudge yang lebih proaktif.
Kehadiran Gemini Notebooks juga memperkaya kapabilitas perangkat ini. Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengelola berbagai data multimodal mulai dari foto, rekaman suara, hingga dokumen ke dalam format yang lebih mudah dipahami seperti infografis atau notulensi rapat otomatis.
Catatan Kritis: Baterai dan Stylus
Meskipun membawa banyak peningkatan, terdapat beberapa aspek yang menjadi catatan. Penggunaan baterai silikon-karbon berkapasitas 4.800mAh diharapkan mampu mengatasi masalah daya tahan baterai yang kerap dikeluhkan pada seri sebelumnya, didukung oleh peningkatan kecepatan pengisian daya kabel menjadi 45W.
Namun, cukup disayangkan absennya dukungan S Pen. Samsung menyatakan bahwa fitur ini absen karena rendahnya permintaan pengguna pada model sebelumnya. Bagi para profesional yang terbiasa menggunakan S Pen untuk mencatat atau melakukan sketsa, ketiadaan dukungan stylus pada layar seluas ini mungkin menjadi kerugian tersendiri.
Dengan harga mulai dari 1.899 dolar AS, Galaxy Z Fold 8 memang tidak murah, meski lebih terjangkau dibandingkan seri Ultra. Perangkat ini sangat ideal bagi mereka yang memprioritaskan produktivitas dan multitasking melalui layar lebar. Namun, bagi pengguna yang mengutamakan fotografi tingkat lanjut dengan lensa telefoto khusus, seri Ultra tetap menjadi pilihan yang lebih logis.
Samsung telah berhasil melakukan perbaikan signifikan pada estetika layar dan kenyamanan fisik. Kini, tantangan terbesar bagi Galaxy Z Fold 8 adalah membuktikan bahwa peningkatan daya tahan baterai dan fitur AI yang diusung benar-benar mampu membawa perubahan signifikan dalam penggunaan sehari-hari.[]











