BREAKING

INTERNASIONAL

Prajurit Marinir RI Asah Kepemimpinan dalam Latihan RIMPAC

Prajurit Marinir TNI AL ikuti pelatihan kepemimpinan NCO dari instruktur USMC dalam rangkaian latihan multinasional RIMPAC 2026.

SEANTERONEWS.com – Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam misi latihan multinasional Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026 terus menunjukkan komitmennya dalam peningkatan profesionalisme. Pada Jumat (17/7/2026), para prajurit mengikuti pelatihan Non-Commissioned Officer (NCO) yang diberikan langsung oleh instruktur dari United States Marine Corps (USMC) di Classroom 7, Marine Corps Base Hawaii (MCBH).

Pelatihan NCO ini merupakan program pendidikan kepemimpinan militer intensif yang difokuskan pada penguatan peran bintara sebagai tulang punggung satuan. Materi yang diajarkan mencakup spektrum luas, mulai dari kepemimpinan lapangan, taktik tempur modern, manajemen personel, hingga pengambilan keputusan taktis di tingkat regu maupun peleton.

Peningkatan Interoperabilitas

Prajurit Marinir Indonesia yang berpartisipasi dalam pelatihan ini dipimpin oleh Letda Marinir Wisnu Kumara Widyadhana, yang juga berperan aktif dalam memastikan kelancaran komunikasi antara instruktur USMC dan peserta latihan.

Komandan Unsur Tugas Marinir Indonesia, Letkol Marinir Huda Prawira, menilai keterlibatan dalam pelatihan ini sebagai langkah strategis bagi prajurit untuk menyerap standar kepemimpinan militer global. Menurutnya, adaptasi terhadap pengalaman dan metode pembinaan personel yang diterapkan oleh USMC akan memperkuat kapabilitas individu maupun unit.

“Pelatihan ini memberikan wawasan baru terkait kepemimpinan tempur. Pengalaman yang diserap di sini menjadi bekal penting untuk meningkatkan profesionalisme prajurit, serta memperkuat interoperabilitas saat nantinya harus bekerja sama dengan pasukan dari negara sahabat dalam operasi sesungguhnya,” jelas Letkol Marinir Huda Prawira dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Memperkuat Karakter Pemimpin Lapangan

Latihan NCO dalam rangkaian RIMPAC 2026 ini tidak hanya diikuti oleh kontingen Indonesia. Prajurit dari berbagai negara lain seperti Malaysia, Filipina, Meksiko, dan Sri Lanka juga turut serta, menciptakan ajang pertukaran budaya kepemimpinan militer yang dinamis.

Fokus utama dari pendidikan ini adalah membentuk karakter bintara sebagai pemimpin lapangan yang adaptif, profesional, dan memiliki daya tahan mental yang tinggi. Dengan mengombinasikan kemampuan teknis taktis dan ketajaman kepemimpinan, para prajurit Marinir diharapkan mampu menjawab tantangan operasi masa depan yang semakin kompleks.

Keikutsertaan dalam RIMPAC 2026 menjadi bukti nyata keseriusan Korps Marinir TNI AL dalam meningkatkan standar profesionalisme global. Sinergi dan pertukaran pengetahuan antarnegara ini diharapkan mampu meningkatkan posisi tawar serta kapabilitas TNI dalam forum internasional, sekaligus memperkuat kerja sama militer lintas negara demi stabilitas kawasan.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts