SEANTERONEWS,com – Samsung bersiap menggelar perhelatan Galaxy Unpacked pada 22 Juli 2026 mendatang. Menjelang acara tersebut, antisipasi publik tertuju pada penyegaran lini wearable perusahaan, yakni peluncuran Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2. Peluncuran ini menjadi momentum krusial bagi Samsung di tengah tantangan persaingan pasar yang semakin ketat.
Data Counterpoint Research menunjukkan adanya penurunan penjualan jam tangan pintar Samsung sebesar 28% secara tahunan pada kuartal pertama tahun ini. Kondisi tersebut diperparah dengan hadirnya kompetitor tangguh seperti Google Pixel Watch 4 yang elegan serta OnePlus Watch 3 yang menawarkan efisiensi baterai luar biasa.
Berikut adalah lima peningkatan yang dinanti agar Samsung tetap memimpin pasar:
1. Terobosan Daya Tahan Baterai
Daya tahan baterai telah menjadi titik lemah seri Galaxy Watch selama bertahun-tahun. Saat kompetitor seperti OnePlus Watch 3 mampu bertahan hingga 98 jam, Galaxy Watch 8 seringkali kesulitan melewati ambang batas penggunaan satu hari dengan always-on display aktif. Peningkatan kapasitas baterai atau teknologi pengisian daya yang jauh lebih cepat menjadi kebutuhan mutlak agar model baru ini layak untuk dibeli.
2. Ketahanan Air untuk Aktivitas Ekstrem
Sebagai suksesor model rugged, Galaxy Watch Ultra 2 diharapkan mampu melampaui standar diving dasar. Meski model pertama sudah memiliki sertifikasi IP68 dan MIL-STD-810H, ia masih tertinggal dari lini Apple Watch Ultra yang memiliki sertifikasi EN13319 untuk aksesori selam. Bocoran teaser Samsung yang menyebutkan perangkat ini dibuat untuk “penyelaman laut” memberikan harapan besar bahwa standar ketahanan air akan ditingkatkan secara signifikan.
3. Optimasi Fitur Kesehatan
Samsung sebelumnya telah memperkenalkan fitur pemantau tekanan darah, namun implementasinya masih dianggap rumit karena memerlukan kalibrasi bulanan dengan alat manset terpisah. Pengguna berharap Samsung mampu menghadirkan pemantauan tekanan darah yang lebih otonom dan proaktif di latar belakang, mirip dengan fitur notifikasi hipertensi pada Apple Watch, tanpa harus merepotkan pengguna dengan proses kalibrasi yang berulang.
4. Evolusi Galaxy AI
Samsung perlu membawa Galaxy AI ke level berikutnya. Jika fitur Running Coach dan Sleeping Coach sebelumnya sudah cukup baik, Samsung kini ditantang untuk menyamai kecerdasan Gemini-based Health Coach dari Google. Pelatih kebugaran berbasis AI yang lebih personal, adaptif terhadap jadwal pengguna, dan mencakup seluruh aspek kesehatan (bukan hanya lari) akan menjadi nilai tambah yang sangat kompetitif.
5. Pembaruan Prosesor (Chipset)
Penggunaan prosesor Exynos W1000 yang sudah cukup lama dinilai sudah saatnya digantikan. Teaser resmi Samsung telah mengonfirmasi adanya “komponen internal serba baru” dan “prosesor baru”. Chipset yang lebih efisien diharapkan tidak hanya meningkatkan kecepatan antarmuka, tetapi juga menjadi kunci utama dalam memperbaiki efisiensi konsumsi daya secara keseluruhan.
Perhelatan Galaxy Unpacked pada 22 Juli nanti akan menjadi ajang pembuktian apakah Samsung mampu menjawab tantangan pasar dengan inovasi yang benar-benar relevan bagi konsumen. Kita akan segera melihat apakah Galaxy Watch 9 dan Ultra 2 mampu mengembalikan dominasi Samsung di pasar jam tangan pintar dunia.











