BREAKING

NASIONAL

DPR Desak Kementan Perkuat Mitigasi El Nino untuk Pangan

Anggota Komisi IV DPR RI Rina Saadah minta Kementan optimalkan mitigasi El Nino agar produksi pangan nasional tetap terjaga.

SEANTERONEWS.com – Ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino pada 2026 kembali menjadi sorotan tajam di Senayan. Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah, mendesak Kementerian Pertanian (Kementan) untuk tidak menganggap anomali iklim ini sebagai persoalan rutin, melainkan ancaman serius yang membutuhkan strategi mitigasi komprehensif dan aksi nyata di lapangan.

Rina menekankan, data pada semester pertama 2026 menunjukkan adanya puluhan ribu hektare lahan sawah yang terdampak kekeringan. Bahkan, sejumlah lumbung pangan utama, seperti Sulawesi Selatan, masih mencatatkan angka puso yang signifikan. Kondisi ini dinilai sebagai bukti bahwa sistem mitigasi yang ada belum sepenuhnya efektif meredam dampak iklim.

“Ancaman El Nino tidak boleh dianggap persoalan musiman semata. Dampaknya dapat memangkas produksi pangan nasional secara tajam jika mitigasinya tidak dilakukan secara cepat, terukur, dan tepat sasaran,” tegas Rina di Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Transformasi Sistem Peringatan Dini

Politikus PKB ini menyoroti peran Sistem Peringatan Dini Pertanian (Siperditan) yang selama ini dikembangkan pemerintah. Menurutnya, sistem tersebut tidak boleh berhenti hanya pada penyediaan data atau prediksi cuaca saja. Informasi yang dihasilkan harus segera ditransformasikan menjadi langkah preventif yang nyata bagi para petani.

Rina mendesak Kementan untuk membuka data efektivitas implementasi Siperditan kepada publik. “Jangan sampai informasi sudah tersedia, tetapi respons di tingkat daerah terlambat. Petani butuh lebih dari sekadar peringatan; mereka butuh jaminan bahwa lahan mereka tetap bisa diproduksi,” katanya.

Solusi Konkret bagi Petani

Dalam pandangannya, mitigasi kekeringan harus mencakup paket solusi yang menyeluruh dan tidak terputus. Rina merinci beberapa langkah krusial yang harus segera dilakukan Kementan:

Optimalisasi Infrastruktur Air: Mempercepat distribusi pompa air, rehabilitasi jaringan irigasi, serta pembangunan embung di wilayah rawan kekeringan.

Dukungan Benih: Menyediakan varietas unggul yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap cuaca kering (drought-tolerant).

Pendampingan Intensif: Memperkuat peran penyuluh pertanian untuk membantu petani menyesuaikan pola tanam dan strategi manajemen air di tingkat lokal.

Rina menegaskan bahwa target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah akan sulit terwujud jika ketahanan sistem pertanian nasional tidak adaptif terhadap perubahan iklim. Ketahanan pangan harus dibangun melalui sistem yang tangguh, yang mampu melindungi petani sebagai ujung tombak produksi.

“Jangan sampai target produksi nasional terganggu hanya karena kesiapan mitigasi yang belum optimal. Ketahanan pangan bukan sekadar luas tanam, tapi juga kemampuan sistem pertanian kita beradaptasi dengan iklim yang tidak menentu,” tutupnya.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts