SABANG – Di balik rimbunnya pepohonan hijau dan jernihnya perairan Samudra Hindia, Desa Iboih yang terletak di Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, terus memperkokoh posisinya sebagai destinasi wisata bahari unggulan. Bukan sekadar hamparan pasir putih, desa ini telah diakui secara nasional sebagai rumah bagi salah satu mamalia laut paling cerdas di dunia: lumba-lumba.
Prestasi ini bukanlah isapan jempol belaka. Pada tahun 2023, Desa Iboih berhasil menyabet rekor MURI sebagai desa wisata dengan populasi lumba-lumba terbanyak di Indonesia. Kehadiran hewan-hewan ini begitu konsisten hingga warga setempat dan Pemerintah Kota Sabang menjuluki mereka sebagai “biota laut ber-KTP Sabang,” sebuah kiasan yang menggambarkan betapa setianya kawanan lumba-lumba ini mendiami perairan ujung barat Indonesia.
Sensasi Dolphin Trip di Kala Fajar
Bagi para pelancong, daya tarik utama Iboih terletak pada pengalaman dolphin trip. Menggunakan kapal-kapal mesin kecil yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat lokal, wisatawan diajak melaut untuk menyaksikan atraksi alami lumba-lumba.
Momen terbaik untuk menikmati pemandangan ini adalah saat fajar menyingsing. Ketika matahari terbit perlahan dari cakrawala, kawanan lumba-lumba biasanya muncul ke permukaan, melakukan lompatan-lompatan indah dan putaran di udara yang memukau. Kedekatan jarak antara kapal dan mamalia ini memberikan pengalaman emosional yang sulit ditemukan di tempat lain.
Lebih dari Sekadar Pemandangan: Konservasi dan Edukasi
Selain keceriaan di permukaan laut, Desa Iboih menyimpan nilai sejarah panjang dalam pelestarian alam. Jauh sebelum tren wisata lingkungan menjamur, kesadaran akan konservasi laut di wilayah ini sudah tumbuh bahkan sebelum tahun 1986.
Wisatawan kini tidak hanya datang untuk bersenang-senang, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mendalami wisata edukasi lingkungan. Program-program konservasi yang ada memungkinkan pengunjung pulang membawa pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut, sebuah misi yang telah dijalankan warga Iboih selama berdekade-dekade.
Magnet Bawah Laut Pulau Rubiah
Bagi pecinta olahraga air, perjalanan ke Iboih belum lengkap tanpa menyeberang ke Pulau Rubiah. Sejak tahun 1980-an, kawasan ini telah mendunia berkat titik-titik penyelaman (diving) dan snorkeling yang mempesona. Terumbu karang yang terjaga dan keragaman hayati bawah lautnya telah menarik ribuan wisatawan mancanegara untuk singgah dan membuktikan sendiri keindahan bawah laut Aceh.
Bagi mereka yang hanya ingin bersantai, duduk di balkon homestay yang menghadap langsung ke laut jernih sudah cukup untuk melepas penat. Kombinasi antara ketenangan hutan tropis dan kekayaan bahari menjadikan Desa Iboih sebagai bukti nyata bahwa Indonesia memiliki permata yang tak ternilai di beranda depannya.[]











