ACEH TAMIANG – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto melakukan kunjungan kerja langsung untuk meninjau kondisi Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam kunjungan tersebut, Suharyanto menegaskan bahwa pemenuhan layanan dasar bagi masyarakat tidak boleh terhambat oleh kendala birokrasi maupun teknis.
Kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa warga yang masih berada di pengungsian atau Huntara mendapatkan hak-hak hidup yang layak selama masa transisi menuju pemulihan permanen.
Kepala BNPB menekankan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan di lingkungan Huntara harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah dan pihak terkait.
Ketersediaan air bersih adalah kebutuhan mutlak yang tidak bisa ditunda. Fasilitas sanitasi (MCK) harus dipastikan berfungsi dengan baik guna mencegah munculnya masalah kesehatan baru di lingkungan hunian.
Petugas medis diminta untuk tetap siaga dalam memantau kondisi kesehatan para penghuni Huntara, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.
Penyaluran bantuan pangan dan kebutuhan pokok lainnya harus dilakukan secara rutin dan tepat sasaran agar tidak terjadi kekosongan stok di tingkat warga.
Dalam dialognya dengan jajaran pemerintah daerah Aceh Tamiang, Kepala BNPB mengingatkan bahwa Huntara hanyalah solusi jangka pendek. Fokus jangka panjang tetap tertuju pada percepatan pembangunan hunian tetap atau relokasi bagi warga yang rumahnya tidak lagi memungkinkan untuk ditempati.
“Negara harus hadir. Masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana tidak boleh merasa sendirian. Layanan dasar adalah hak mereka yang wajib dipenuhi tanpa ada hambatan,” tegas Suharyanto dalam arahannya.
Selain layanan fisik, BNPB juga mendorong adanya program dukungan psikososial dan pemberdayaan ekonomi bagi warga di Huntara. Hal ini penting agar semangat hidup dan kemandirian warga tetap terjaga meskipun berada di tengah situasi keterbatasan.
Kepala BNPB juga mengapresiasi kerja keras para relawan dan pemerintah kabupaten yang telah bahu-membahu mengelola situasi darurat hingga memasuki tahap pemulihan seperti sekarang.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pelecut bagi seluruh stakeholder untuk segera merampungkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh Tamiang. BNPB berkomitmen untuk terus mengawal dan memberikan dukungan administratif maupun anggaran agar masyarakat terdampak bisa segera kembali ke kehidupan normal yang lebih aman dan berkelanjutan.[]











