EDUKASI

Museum Mpu Tantular Jadi Pusat Edukasi: Strategi Baru 2026

Menteri Kebudayaan siapkan transformasi besar Museum Mpu Tantular menjadi pusat edukasi modern. Simak strategi baru dan inovasinya di sini!

SIDOARJO – Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan mulai tancap gas dalam merevitalisasi aset sejarah bangsa. Pada Senin (23/02/2026), Menteri Kebudayaan mengumumkan langkah strategis untuk mentransformasi Museum Negeri Mpu Tantular di Jawa Timur menjadi Pusat Edukasi Kebudayaan yang modern dan interaktif.

Strategi baru ini dirancang untuk mengubah citra museum dari sekadar tempat penyimpanan benda kuno menjadi ruang belajar publik yang dinamis, menarik minat generasi Z, dan memperkuat identitas nasional.

Transformasi Digital dan Koleksi Interaktif

Salah satu pilar utama dalam strategi baru ini adalah digitalisasi museum. Menteri Kebudayaan menekankan bahwa Museum Mpu Tantular akan segera mengadopsi teknologi mutakhir untuk memperkaya pengalaman pengunjung, antara lain:

Augmented Reality (AR): Memungkinkan pengunjung melihat visualisasi sejarah di balik prasasti atau arca secara hidup.

Virtual Tour: Akses jarak jauh bagi siswa di seluruh Indonesia untuk mempelajari koleksi museum secara daring.

Katalog Digital Terintegrasi: Memudahkan peneliti dan akademisi dalam mengakses data sejarah secara akurat.

Pengembangan Fasilitas sebagai “Ruang Ketiga”

Pemerintah ingin menjadikan Museum Mpu Tantular sebagai “ruang ketiga” yang nyaman setelah rumah dan sekolah/kantor. Rencana pengembangan fasilitas meliputi:

Zona Kreatif: Ruang terbuka untuk diskusi, lokakarya seni, dan pertunjukan budaya bagi komunitas lokal.

Fasilitas Ramah Anak dan Disabilitas: Penyesuaian infrastruktur agar museum dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa hambatan.

Area Kuliner dan Souvenir: Menggandeng UMKM lokal untuk mempromosikan produk budaya daerah.

Kolaborasi dengan Institusi Pendidikan

Untuk mencapai target sebagai pusat edukasi, Kementerian Kebudayaan akan mempererat kerja sama dengan sekolah dan universitas. Strategi ini mencakup kurikulum kunjungan wajib yang terintegrasi dengan mata pelajaran sejarah dan seni budaya.

“Kami ingin museum ini menjadi laboratorium sejarah yang hidup. Anak-anak sekolah tidak hanya melihat, tapi juga mempraktikkan nilai-nilai kebudayaan yang ada,” ujar juru bicara kementerian dalam pernyataan resminya.

Pelestarian Koleksi Ikonik

Meskipun modernisasi dilakukan, aspek konservasi tetap menjadi prioritas utama. Museum Mpu Tantular yang dikenal memiliki koleksi luar biasa, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kemerdekaan, akan mendapatkan sistem pengamanan dan pemeliharaan berstandar internasional untuk memastikan artefak-artefak berharga tersebut tetap terjaga hingga generasi mendatang.

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts