BANDA ACEH – Pemerintah Thailand mengambil langkah drastis dalam memerangi krisis kesehatan nasional. Dalam pengumuman terbaru pada Minggu (22/02/2026), otoritas kesehatan Thailand resmi memberlakukan regulasi baru yang mewajibkan pengurangan kadar gula secara signifikan pada produk minuman populer, mulai dari minuman bersoda hingga teh susu mutiara (bubble tea) yang sangat digemari masyarakat.
Kebijakan ini merupakan bagian dari kampanye besar “Thailand Sehat” untuk menekan angka obesitas dan penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes yang melonjak tajam dalam satu dekade terakhir.
Target Baru: Standar Kadar Gula Maksimal
Regulasi ini menetapkan ambang batas baru bagi produsen minuman. Produk yang melebihi standar kesehatan tertentu akan dikenakan pajak tambahan atau wajib menyertakan label peringatan kesehatan yang mencolok.
Produsen diminta mengubah komposisi bahan untuk menurunkan kandungan gula tanpa menghilangkan cita rasa secara drastis.
Penerapan sistem label merah, kuning, dan hijau pada kemasan untuk memudahkan konsumen mengidentifikasi tingkat kemanisan.
Minuman dengan kadar gula tinggi akan menghadapi kenaikan pajak cukai, yang diharapkan dapat mendorong produsen beralih ke pemanis yang lebih sehat.
Krisis Kesehatan di Balik Kebijakan
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, konsumsi gula harian warga Thailand rata-rata mencapai 20 sendok teh per hari, jauh melampaui anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyarankan maksimal 6 sendok teh.
Lonjakan kasus diabetes pada usia muda dan beban biaya perawatan kesehatan negara menjadi faktor pendorong utama mengapa intervensi pemerintah dianggap sangat mendesak.
Tantangan bagi Industri Kuliner dan UMKM
Kebijakan ini memicu reaksi beragam dari pelaku industri. Sementara perusahaan besar mulai bersiap dengan varian “Less Sugar”, pedagang kecil dan kedai teh lokal khawatir perubahan rasa akan menjauhkan pelanggan.
Pemerintah Thailand menjanjikan masa transisi selama 12 bulan dan memberikan insentif berupa bantuan teknis bagi pelaku UMKM untuk menemukan formula alternatif yang lebih sehat namun tetap ekonomis.
Menuju Tren Gaya Hidup Sehat di Asia Tenggara
Thailand kini bergabung dengan negara-negara seperti Singapura dan Malaysia yang telah lebih dulu menerapkan pajak gula. Keberhasilan Thailand dalam menerapkan aturan ini diprediksi akan menjadi model bagi negara-negara tetangga di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang menghadapi tantangan kesehatan serupa.











