BREAKING

TEKNOLOGI

Meta ‘Buang’ VR dari Horizon Worlds: Kini Fokus ke Mobile

Meta resmi tinggalkan strategi VR-first untuk Horizon Worlds. Metaverse kini beralih ke mobile untuk lawan Roblox dan Fortnite. Simak dampak besarnya di sini!

BANDA ACEH – Mark Zuckerberg tampaknya mulai bersikap realistis terhadap ambisi besarnya di dunia Virtual Reality (VR). Dalam sebuah pengumuman mengejutkan, Meta secara resmi menyatakan bahwa platform metaverse utamanya, Horizon Worlds, kini akan dipisahkan dari platform Quest VR dan beralih fokus menjadi layanan “Mobile-First”.

Langkah ini menandai pergeseran strategi paling signifikan sejak Facebook berganti nama menjadi Meta pada 2021 lalu. Meta kini memilih untuk mengejar miliaran pengguna smartphone daripada bertahan di pasar headset VR yang pertumbuhannya melambat.

Strategi “All-In” pada Perangkat Seluler

Wakil Presiden Konten Reality Labs, Samantha Ryan, menjelaskan bahwa pemisahan ini dilakukan untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih besar bagi masing-masing produk.

“Untuk benar-benar mengubah permainan dan masuk ke pasar yang jauh lebih luas, kami akan all-in pada mobile,” tulisnya dalam blog resmi pengembang.

Keputusan ini didasarkan pada data internal yang menunjukkan pertumbuhan pengguna Horizon di perangkat seluler melonjak hingga 4 kali lipat sepanjang tahun 2025. Dengan beralih ke mobile, Meta berharap bisa bersaing langsung dengan raksasa seperti Roblox dan Fortnite.

Efisiensi dan Penutupan Studio VR

Perubahan haluan ini bukan tanpa korban. Pengumuman ini datang hanya sebulan setelah Meta melakukan PHK terhadap sekitar 1.500 karyawan di divisi Reality Labs (sekitar 10% dari total staf). Selain itu, Meta juga dilaporkan telah:

  • Menutup tiga studio pengembangan game VR internal.

  • Menghentikan konten baru untuk aplikasi kebugaran VR populer, Supernatural.

  • Menghentikan layanan kantor virtual Horizon Workrooms sebagai aplikasi mandiri.

Nasib Headset Quest: Masih Ada Harapan?

Meskipun Horizon Worlds “meninggalkan” VR, Meta menegaskan bahwa mereka tidak sepenuhnya meninggalkan perangkat keras Quest. Meta akan terus mendukung pengembang pihak ketiga, mengingat 86% waktu yang dihabiskan pengguna di headset VR justru digunakan untuk aplikasi di luar buatan Meta.

Meta juga mengklaim masih memiliki peta jalan (roadmap) yang kuat untuk perangkat keras VR masa depan yang akan disesuaikan dengan segmen audiens yang berbeda.

Meta Beralih Fokus ke AI

Analis industri menilai bahwa Meta kini tengah memindahkan beban investasinya dari metaverse menuju Kecerdasan Buatan (AI). Mark Zuckerberg belakangan ini lebih sering mempromosikan kacamata pintar berbasis AI (Ray-Ban Meta) dibandingkan headset VR yang besar. Penjualan kacamata AI Meta dikabarkan melonjak tiga kali lipat tahun lalu, memperkuat keyakinan perusahaan bahwa masa depan ada pada perangkat wearable yang lebih ringan dan didukung AI.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts